RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemkab Blora tengah mengkaji serius wacana pemberlakuan kebijakan work from home (WFH). Langkah ini diambil sebagai upaya efisiensi sekaligus menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Sebagai alternatif, para aparatur sipil negara (ASN) juga diajak mulai membiasakan bersepeda saat berangkat ke kantor.
Bupati Blora Arief Rohman mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai stakeholder di lingkungan Pemkab Blora hingga Gubernur Jawa Tengah terkait rencana tersebut.
‘’Kemarin saya bersama Wakil Bupati, Pak Sekda, Ketua DPRD, hingga Pak Gubernur sudah berkoordinasi terkait penggodokan aturan WFH di Kabupaten Blora,’’ jelas Bupati Arief.
Menurut Arief, skema WFH tersebut rencananya tidak diberlakukan penuh dalam sepekan. Saat ini, tim masih menimbang hari yang paling efektif untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah tersebut.
‘’Usulan yang muncul WFH satu hari, antara Kamis atau Jumat. Saat ini opsinya masih digodok matang,’’ tambahnya.
Selain wacana WFH, Pemkab Blora juga mendorong gerakan penghematan BBM secara langsung. Arief mengimbau para ASN, terutama yang berdomisili di kawasan perkotaan untuk mulai beralih menggunakan sepeda.
‘’Untuk yang rumahnya di wilayah kota, tentunya nanti kami minta ikut kebijakan penghematan tersebut dengan menggunakan sepeda ke kantor," paparnya.
Kebijakan ini pun mendapat respons positif dari kalangan pegawai. Mustafid, salah satu ASN di Humas Setda Blora menilai, rencana tersebut memiliki dampak ganda, baik bagi efisiensi kerja maupun kesehatan.
‘’Menurut saya pribadi, WFH itu cukup fleksibel. Di bagian Humas, koordinasi tetap bisa berjalan via telepon. Sedangkan untuk bersepeda, memang harus bangun lebih pagi, tapi sisi positifnya tubuh jadi lebih sehat karena sekalian olahraga,’’ ungkapnya. (ozi/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana