RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Komisi D DPRD Bojonegoro turut menyikapi adanya delapan proyek strategis daerah (PSD) tahun ini. Pemerintah kabupaten (pemkab) ditekankan tak hanya fokus program infrastruktur, tapi ke pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Silakan pemerintah daerah melalukan kreativitasnya, tapi kami sarankan mulai masuk ke peningkatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kalau tidak digenjot ekonomi lesu," kata Sekretaris Komisi D DPRD Bojonegoro, Amin Thohari, kemarin (1/4).
Menurut Amin, dari delapan PSD tak semua dinilai baik. Khususnya pelebaran dan konstruksi jalan dalam atau poros kecamatan. Pemkab harus fokus ke pemberdayaan masyarakat sekaligus program jangka panjang.
"Khususnya ketahanan pangan. Misal bantuan modal pertanian, agar awal masuk lahan atau mulai cocok tanam petani tidak pusing lagi masalah modal," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Baca Juga: Pagu Delapan PSD Bojonegoro Ditetapkan Rp 175,3 Miliar, Anggaran Tertinggi untuk Proyek Pasar Kota
Dia menegaskan, pembangunan infrastruktur harus diperhatikan. Mulai dari perencanaan hingga pengawasan, termasuk dalam pemilihan rekanan atau kontraktor. "Yang sifatnya urgent silahkan, dengan catatan memerhatikan proses pembangunannya. Dari pemilihan pelaksana dan perencanaan tidak asal-asalan," tandasnya.
Dia menambahkan, kini tak bisa hanya berharap pada migas. Program pertanian seperti pembuatan pupuk organik secara mandiri untuk petani dinilai penting agar tak selalu bergantung pada pupuk kimia.
"Bayangkan sampai kapan minyak kita ada, PAD (pendapatan asli daerah) kita berapa, kalau ekonomi tidak digenjot bagaimana masyarakat berdaya," pungkas dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana