RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,9 miliar untuk honor petugas data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN).
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto mengungkapkan, pemkab melalui dinsos mulai melakukan verifikasi dan validasi (verval) DTSEN serentak di 430 desa dan kelurahan sejak 2 Februari. Hingga Senin (16/3) lalu itu belum selesai, ditarget akhir Maret. ‘’Termasuk cepat, sebulan lebih sedikit atau sekitar 40 hari,” katanya.
Menurut Antok, sapaan Agus Susetyo Hardiyanto, dalam pemutakhiran DTSEN di lapangan, pemkab menugaskan 430 koordinator desa dan keluarahan serta 2.150 petugas teknis lapangan atau pencacah data. Total ada 2.580 petugas.
Tugasnya melakukan pendataan secara factual dengan mendatangi langsung individu atau keluarga se-Bojonegoro.
Program ini bekerja sama dengan badan pusat statistik (BPS) dalam menggunakan aplikasi Fasih. Sementara itu, pemkab mengalokasikan honor petugas melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
Anggarannya mencapai Rp 1,9 miliar. Rinciannya per petugas menerima honor Rp 750 ribu. ‘’Tinggal dikalikan dengan jumlah total petugas, 2.580 petugas dari koordinator desa dan kelurahan dan petugas pencacah,” jelas dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana