RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Anggaran sudah digelontorkan. Skema pinjaman daerah ditempuh. Program pusat lewat Inpres Jalan Daerah ikut menyuntik tenaga. Namun faktanya, 31 persen jalan di Blora rusak.
Di sejumlah titik, warga masih harus mengurangi kecepatan, menghindari lubang, atau bersabar saat musim hujan datang dan genangan menutup permukaan jalan. Kondisi rusak ringan bisa sewaktu-waktu naik kelas menjadi rusak berat jika tak segera ditangani.
Data Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) Blora mencatat, tingkat kemantapan jalan kabupaten baru menyentuh 69 persen. Artinya, masih ada 31 persen atau sekitar 270 kilometer ruas jalan dalam kondisi rusak, dari kategori ringan hingga berat.
Plt Kepala DPUPR Blora Nizamudin Al Huda tak menampik angka tersebut. Sisanya, masih butuh sentuhan alat berat dan aspal panas.
“Jalan yang bagus secara keseluruhan mencapai 69 persen,” ujarnya.
Padahal, tahun 2025 lalu infrastruktur jalan menjadi primadona anggaran. Sekitar Rp 300 miliar digelontorkan untuk membenahi ruas-ruas prioritas. Sumbernya tak main-main: Dana Alokasi Umum (DAU), pinjaman daerah, hingga bantuan keuangan dari Pemprov Jawa Tengah.
“Tahun 2025 kemarin, anggaran paling banyak kita gunakan untuk pembangunan jalan. Kurang lebih Rp 300 miliar, bersumber dari DAU, pinjaman daerah, dan bantuan keuangan provinsi,” terang Huda. (hul/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana