RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sebanyak 201 pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dimutasi, kemarin (28/1). Mulai pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, hingga fungsional.
Berbeda dengan pelaksanaan mutasi-mutasi sebelumnya yang kerap digelar di Pandapa Malowopati ataupun gedung Angling Dharma dengan pakaian jas formal.
Pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan di awal tahun ini dilaksanakan di wisata Kayangan Api dengan pakaian khas daerah Obor Sewu.
“Mutasi ini sesuai regulasi. Diputuskan melalui uji kompetensi. Bukan karena suka atau tidak,” kata Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.
Terkait pemilihan lokasi, menurut Bupati, Kayangan Api memiliki makna filosofis yang mendalam. Di samping itu, menjadi salah satu geopark nasional, kebanggaan Kabupaten Bojonegoro yang kini tengah diperjuangkan untuk masuk dalam UNESCO Global Geopark.
Api memiliki makna yang luar biasa. Bisa membakar jika tidak dikelola dengan baik, namun juga bisa memberikan penerangan, kehangatan, dan manfaat bagi kehidupan.
Kayangan Api juga melambangkan sumber energi dan semangat yang harus dijaga agar tetap hidup, kuat, dan selaras dengan alam serta Sang Pencipta.
“Filosofi ini menjadi pengingat bagi ASN agar mampu mengelola amanah jabatan secara bijak, profesional, dan penuh dedikasi dalam melayani masyarakat," terangnya.
Sementara itu, penggunaan baju adat daerah Obor Sewu, lanjutnya, memiliki makna simbolik sebagai bagian dari budaya lokal. Obor Sewu dimaknai sebagai simbol perjuangan, kejujuran, dan kesabaran yang sejalan dengan semangat pengabdian ASN.
Bupati juga menyampaikan, selamat kepada para pejabat yang hari ini telah dilantik. Serta, memberikan apresiasi atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah dilakukan di tempat tugas yang lama.
“Mutasi ini adalah bagian dari dinamika organisasi dan sistem pembinaan kepegawaian yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja profesional serta efektif dalam pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (*/ewi)
Editor : Yuan Edo Ramadhana