RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dana desa (DD) yang berkurang drastis membuat para petinggi di desa sambat ke Komisi A DPRD Blora. Sebab, pengurangan DD lebih dari 50 persen.
Ketua Komisi A DPRD Blora Supardi menjelaskan, pengurangan itu membuat rencana-rencana pembangunan di desa terhambat. Atas hal itu pihaknya pun jadi tempat curhat.
“Banyak kades-kades yang wadul ke saya. Karena dana desa berkurang banyak,” katanya.
Namun meski turut prihatin, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Sebab pengurangan DD wewenang pemerintah pusat dan sudah digedok.
“Ini kan untuk koperasi merah putih ya. Niatnya bagus, agar kedepan pembangunan di desa bisa didanai dari laba kopdes,” imbuhnya.
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) diwacanakan bergerak dalam banyak bidang usaha. Seperti ritel, sembako, pupuk, hingga gas elpiji. “Nah ini yang perlu pengawasan dan pendampingan,” tuturnya.
Sebab anggaran yang digelontorkan untuk KDMP besar dan porsinya menggerus DD. “Jangan sampai KDMP jadi bumerang. Karena sudah dianggarkan besar dari dana desa,” jelasnya.
Pihaknya mengingatkan SDM di desa-desa masih perlu didampingi. Sebab meski perencanaan bagus, jika tanpa arahan dari profesional, maka program tersebut justru tak akan berdampak apapun.
“Program bagus, kalau hasil gak bagus eman-eman,” tambahnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana