RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kompleks gedung dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kini tak hanya ruang sekretariat dan paripurna. Dibangun masjid, sport center, hingga pendapa aspirasi.
Kalangan aktivis mempertanyakan manfaat pembangunan. "Patut disoroti. Khususnya pendapa aspirasi, jalur koordinasinya dengan setiap OPD (organisasi perangkat daerah) bagaimana," ujar Anggun Sofia Ardila salah satu aktivis perempuan Bojonegoro.
Menurut Anggun, dasar masalahnya adalah aduan masyarakat. Bagaimana nanti monitoring atau pengawasan masyarakat atas aduannya. "Nanti kalau keduanya enggak jelas, ujung-ujungnya mirip sama Lapor Mas Wapres," sindirnya.
Perempuan domisili Kecamatan Kota itu menambahkan, anggaran digelontorkan untuk pembangunan pendapa aspirasi tak sedikit, Rp 3,3 miliar. Jika dikonversi untuk pendidikan bisa menguliahkan 78 mahasiswa dari mahasiswa baru (maba) sampai lulus S-1. "Kalau di IKIP PGRI ya," kata lulusan IKIP PGRI Bojonegoro itu.
Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu juga menyoroti urgensi pembangunan sport center di kompleks DPRD. "Saya ingin tahu juga urgensi ada pusat olahraga di kompleks DPRD itu. Agar pegawai bisa gerak badan di jam kerja atau bagaimana. Atau memang Bojonegoro kehabisan lokasi strategis jadi di RPJMD ditaruh sana," ujar dia.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Fraksi PAN-BNR DPRD Bojonegoro Lasuri menyampaikan, pembangunan pendapa aspirasi rampung dilakukan. Klaimnya, pendapa itu dimaksudkan sebagai tempat masyarakat Bojonegoro menyampaikan aspirasi, keluhan, dan inspirasi secara langsung.
"Pendapa ini juga dimaksud agar kondisi-kondisi terkini atah isu-isu tercepat bisa disampaikan. Bisa juga nanti DPRD membuat acara dialog interaktif langsung dengan warga Bojonegoro," beber Wakil Komisi B DPRD Bojonegoro itu.
Namun, saat disinggung perihal apakah masyarakat bisa langsung ke pendapa dan bagaimana penyampaian aspirasinya, apakah ada petugas yang jaga, atau bahkan menunggu kemungkinan dialog interaktif, Lasuri belum menjelaskan. "Nanti akan dimusyawarahkan dulu nggih (ya, red)," katanya saat dikonfirmasi.
Berdasar data layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), pagu pembangunan pendapa aspirasi mencapai Rp 3,3 miliar di APBD 2025. Dimenangkan CV Sartika dari Pamekasan. Sementara itu, sport center dianggarkan Rp 16,5 miliar di APBD 2025. Serta, masjid dengan mama tender pembangunan masjid kawasan kantor Jalan Veteran diberi pagi Rp 7,4 miliar di APBD 2024. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana