RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Efisiensi anggaran yang disebabkan potongan transfer ke daerah (TKD) mengakibatkan anggaran pokir di DPRD Blora dikepras habis. Ketua Komisi A, Supardi terus mengupayakan hak konstituen itu pada anggaran perubahan atau P-APBD tahun ini.
Supardi menjelaskan, pokir itu bermanfaat bagi masyarakat. Seperti dialokasikan ke kelompok tani, jalan-jalan di desa, dan lain sebagainya yang berdampak ke masyarakat.
Walau begitu, pihaknya tak tinggal diam. Keperluan yang dianggarkan dengan dana pokir itu nantinya akan diupayakan dalam perubahan.
“Nanti kami upayakan untuk masuk di P-APBD. Proposal-proposal yang masuk dan diprioritaskan Insya Allah bisa kami perjuangkan,” tegasnya.
Pria yang akrab disapa Mbah Pardi itu juga meminta maaf jika hal tersebut nantinya membuat dampak nyata ke masyarakat. Sebab, menurutnya janji-janji politik yang diharapkan masyarakat bakal tersendat.
“Ini yang kasihan ya masyarakat. Mereka kan konstituen, itu hak mereka lho. Ini malah dikepras. Jadi mohon pengertiannya agar masyarakat tahu efisiensi ini juga berdampak ke dewan,” ujarnya. (adv)
Editor : Yuan Edo Ramadhana