RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Alokasi dana desa (ADD) tahun ini berkurang dibanding tahun sebelumnya. Pemenuhan tunjangan penghasilan tetap (siltap) pun mulai dikeluhkan. Salah satunya Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo.
Kepala desa (setempat), Mulyono mengatakan, ADD tahun ini berkisar Rp 1,1 miliar. Berkurang banyak dari tahun sebelumnya, mencapai Rp 1,5 miliar. Artinya berkurang sekitar Rp 400 juta. "Lebih rendah (ADD tahun ini, red). Tahun kemarin kurang lebih di Rp 1,5 miliar," bebernya.
Namun, klaimnya, penurunan ADD itu tidak memengaruhi kinerja dan pelayanan pemerintah desa (pemdes). Tetap maksimal. Hanya, sangat berdampak pada siltap kades dan perangkat desa (perades). "Sangat berdampak. Ini cuma delapan bulan bisa bayar perangkatnya," ujar dia.
Sehingga, tambah dia, ada rencana audiensi perwakilan Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Bojonegoro dengan pemerintah kabupaten (pemkab). "Tapi, kami belum tahu jadwalnya," imbuh Mulyono.
Terpisah, Camat Tambakrejo Kasmari menyampaikan, total ADD Kecamatan Tambakrejo tahun ini di angka Rp 14,7 miliar. Tertinggi di Desa Napis. Sebab, wilayah paling luas.
"Tentunya perangkat desanya juga banyak," pungkas dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana