RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Terdapat 118 desa di Blora terkendala saat hendak membangun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Sebab, lahan yang akan dibangun terindikasi milik Pertamina maupun Perhutani.
Komandan Kodim Blora, Letkol Inf Agung Cahyono mengatakan, proses pembentukan KDMP masih berproses. Setidaknya sudah ada 177 yang melakukan proses pendirian kantor koperasi gagasan Presiden Prabowo itu.
“Sementara masih 177 yang berproses. Insya Allah Maret kami resmikan bersamaan dengan 118 desa lainnya yang masih ada kendala di kepemilikan lahan,” ujarnya. “Ya kalau bisa Maret bisa beroperasi bersama. Total ada 295 kantor KDMP nantinya,” tambahnya.
Ia menjelaskan, desa yang akan menggunakan lahan KDMP akan difasilitasi dalam menindakanjuti dengan pihak yang memiliki lahan tersebut.
“Nanti kami beri surat. Nah untuk luasnya kira-kira 1.000 meter persegi. Hak lahan harus jelas, legal dan strategis untuk ekonomi,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jejeruk, Sri Purnawati menjelaskan, proses pembangunan KDMP di desanya sudah 55 persen. Ia pun berharap Maret bisa beroperasi.
“Nanti rencananya buat jual beli pupuk dan gas elpiji. Pengelolaan juga pure langsung masyarakat sendiri,” terangnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana