RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Gedung Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tanjungharjo berlokasi di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas terancam mangkrak. Setelah sempat beroperasi.
Karena tak ada kejelasan informasi dari instansi terkait, isu di lapangan menjadi liar. Diduga terganjal izin, karena berdiri di atas lahan sawah dilindungi (LSD). ‘’Kemarin sudah buka sebentar,” ujar Siti Sofiyatun, warga desa setempat, Senin (29/12).
Perempuan akrab disapa Sofi itu melanjutkan, warga setempat sempat bingung, karena tiba-tiba pindah dari bangunan baru kembali ke yang lama.
Padahal, masyarakat lebih senang di gedung baru karena luas. Meski sebelumnya mengeluh lokasi jauh dari pemukiman.
‘’Tiba-tiba waktu adik saya periksa sudah pindah lagi ke yang lama. Warga sini (Desa Tanjungharjo) cuma bingung kok tiba-tiba pindah. Tapi, ada yang bilang kalau itu buat rawat inap tapi ya enggak tahu juga kebenarannya,” imbuh lulusan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) itu.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa (Kades) Tanjungharjo, Kecamatan Kapas Suyono mengatakan, sebelumnya gedung puskesmas baru dibuat untuk pelayanan medis penuh.
‘’Tapi, tidak tahu karena sesuatu jadi di puskesmas lama. Namun, masih ada aktivitas di sana (Puskesmas Tanjungharjo),” beber dia.
Menurutnya, perpindahan layanan medis itu diduga karena izin. Terganjal pembangunan yang dilakukan di atas LSD.
Namun, lahan tersebut milik pemerintah kabupaten (pemkab). ‘’Itu memang dari awalnya milik pemkab. Hanya, katanya termasuk LSD,” imbuhnya.
Suyono melanjutkan, lahan milik pemkab itu seluas 3 hektare (ha). Sedangkan, bangunan Puskesmas Tanjungharjo memakan sekitar 10 persen lahan.
‘’Itu juga sebelumnya ada wacana pembangunan panti jompo sekitar sana. Juga, KUA (Kantor Urusan Agama) karena belum punya lahan. Tapi, tidak tahu kelanjutannya seperti apa,” bebernya.
Secara pribadi, harap dia, layanan medis puskesmas bisa dilakukan di Puskesmas Tanjungharjo yang baru. Sebab, lebih luas. ‘’Kalau kami pribadi ingin pelayanan di sana (gedung puskesmas baru),” harap dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Bojonegoro Ninik Susmiati belum bisa dikonfirmasi terkait operasional gedung baru Puskesmas Tanjungharjo. (yna/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko