RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Perumda Air Minum Tirta Buana pastikan mampetnya air ke rumah warga atau pelanggan PDAM di seputar Bojonegoro kota disebabkan proyek drainase dan trotoar.
Namun, pihak rekanan asal Surabaya terkesan lepas tangan, bahkan mengaku tidak mengetahui proyeknya berdampak air PDAM ke pelanggan mampet. Sebaliknya, instansi terkait tak segera melangkah untuk mencari solusi.
Berdasarkan informasi di lapangan, sejak awal November, aliran air bersih tersendat di tujuh jalan, terutama di kawasan padat aktivitas seperti Jalan Pattimura dan Jalan Panglima Polim Bojonegoro.
Menurut Lasmianto, warga Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro Kota, banyak warga mulai mengeluh. “Seminggu yang lalu pada mengeluh,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Ia menyebut sebagian rumah kini sudah mulai kembali dialiri air, meski belum merata. Berharap segera ada solusi dari instansi terkait, karena air menjadi kebutuhan penting rumah tangga.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Buana, Khoirul Anwar, memastikan gangguan distribusi tersebut berkaitan langsung dengan pekerjaan drainase. PDAM.
Memastikan sudah mengerjakan penyambungan pipa untuk menormalkan aliran. “Mulai penyambungan pipa,” tegasnya.
Dalam informasi resminya, PDAM Tirta Buana menyebut proyek drainase tersebut berdampak pada tujuh titik sebaran pelanggan, masing-masing di Jalan Pattimura, Jalan JA Suprapto, Jalan Panglima Polim, Jalan Kartini, Jalan AKBPM Soeroko, Jalan Sawunggaling, dan Jalan WR Supratman.
Berdasarkan data LPSE, paket pembangunan drainase dan trotoar tersebut tercatat dalam proyek penataan kawasan dengan penyedia dari PT Jaya Semanggi Enjiniring Surabaya.
Namun, pihak perusahaan menegaskan bahwa tidak menangani paket terkait. “Iya betul (PT Jaya Semanggi Enjiniring), tapi paket itu tidak menangani,” ungkap Woeryanto Perwakilan PT Jaya Semanggi Enjiniring Surabaya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana