RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sekitar 1.000 hektare lahan di Kabupaten Blora akan disiapkan untuk ditanami berbagai jenis buah-buahan. Program ini sejalan dengan Nature-Based Solution Agroforestry, hasil kerja sama antara Duta Petani Milenial Andalan Kementerian Pertanian RI dan PT Pupuk Indonesia. Nantinya, para petani akan memperoleh sejumlah bantuan, di antaranya berupa benih tanaman keras buah-buahan serta pupuk.
Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, mengatakan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan agribisnis, tetapi juga strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya dalam mencapai target swasembada pangan nasional.
“Sebagaimana direncanakan, program ini memiliki target 1.000 hektare. Saat ini baru tercapai sekitar 5 hektare. Jadi, harapannya dari Kementerian nanti target itu bisa terpenuhi,” jelasnya.
Menurutnya, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan, tata guna lahan, serta kesejahteraan petani milenial di Kabupaten Blora.
“Rencananya akan ditanam alpukat, kelengkeng, dan lain-lain di lahan kehutanan. Kami sudah mendapat bantuan untuk tahap awal ini. Ke depannya, harus bisa mandiri dan dikembangkan agar kesejahteraannya meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Blora juga menargetkan diri menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Karena itu, kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi telah dilakukan untuk mendukung keberhasilan program tersebut.
Menurutnya, keberadaan program agroforestry yang dijalankan saat ini sangat tepat dan relevan dengan kondisi serta potensi Kabupaten Blora.
“Di Blora ada program yang sejalan dengan visi Kabupaten Blora, yaitu Gerbang Blora (Gerakan Pengembangan Buah Lokal Nusantara). Jadi, selain padi dan jagung, kami juga mengembangkan berbagai jenis buah-buahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Duta Petani Milenial Jawa Tengah, Rayndra Syahdan, mengungkapkan bahwa program tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia yang bekerja sama langsung dengan Kementerian Pertanian dan berlokasi di Blora. Dari target 1.000 hektare, saat ini baru terealisasi sekitar 79 hektare.
“Kami baru mencapai 79 hektare dari target 1.000 hektare. Ke depan, tugas para petani di kawasan hutan sosial adalah memetakan lahan-lahan yang berpotensi, agar target tersebut bisa tercapai,” paparnya. (hul/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana