RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sejumlah desa mengalami kenaikan alokasi dana desa (ADD) dalam perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) tahun ini.
Setidaknya sekitar sepuluh desa yang tersebar di enam kecamatan. Pemerintah desa (pemdes) dipacu mengoptimalkan layanan.
Sebelumnya, badan pendapatan daerah (bapenda) menyampaikan, terjadi kenaikan ADD sekitar Rp 14,4 miliar di P-APBD. Anggaran tersebut tak langsung dirasakan semua desa. Setidaknya, sekitar sepuluh desa yang merasakan tambahan.
Sesuai indikator dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 32 Tahun 2015. "Di antaranya berdasar jumlah penduduk, jumlah penduduk miskin, jarak wilayah, dan luas wilayah. Plus, kawasan migas. Ini ada perhitungannya sendiri," jelas Lia, sapaan akrabnya.
Desa mengalami kenaikan ADD di antaranya, Desa Banjaran dan Kauman, Kecamatan Baureno; Desa Ngulanan dan Ngablak, Kecamatan Dander; Desa Leran dan Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu; Desa Bandungrejo dan Bareng, Kecamatan Ngasem; Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo; dan Desa Padang, Kecamatan Trucuk.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa (Kades) Deru, Kecamatan Sumberrejo Mulyono membenarkan, pihaknya menerima tambahan ADD tahun ini di P-APBD. Kenaikan sekitar Rp 32,6 juta. Namun, belum bisa menyebut nominal awal ADD atau yang dipasang di induk APBD.
Sebab, sedang di rumah warga yang melakukan pengukuran. Namun, kata dia, hal itu dijelaskan di anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). "Iya, ada kenaikan sedikit sekitar Rp 32,6 juta tahun ini," bebernya melalui sambungan telepon. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana