RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, telah membuktikan bahwa kolaborasi dan kesadaran kolektif masyarakat adalah kunci meraih prestasi gemilang. Berkat semangat gotong royong yang kuat, desa ini berhasil menorehkan sejarah dengan meraih dua penghargaan bergengsi di bidang lingkungan: Penghargaan Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) tingkat Jawa Timur dan penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat nasional.
Perjalanan Meraih Pengakuan
Keberhasilan ini bukanlah hasil instan, melainkan buah dari upaya yang konsisten dan berkelanjutan. Sejak tahun 2012, Desa Mojodeso secara rutin mengadakan lomba kebersihan lingkungan, yang kemudian menjadi budaya sehari-hari. Mereka menerapkan berbagai program inovatif, seperti:
- Bank Sampah: Setiap Rukun Tetangga (RT) memiliki bank sampah yang berfungsi sebagai tempat pengumpulan dan pengelolaan sampah. Sampah didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomi, yang tak hanya membersihkan lingkungan tapi juga meningkatkan kesejahteraan warga.
- Pengelolaan Air dan Biopori: Untuk mengatasi masalah banjir dan kekeringan, warga Mojodeso aktif membuat embung, sumur resapan, dan biopori. Bahkan, mereka berhasil menciptakan 2.500 titik biopori, membantu penyerapan air hujan dan menjaga ketersediaan air tanah.
- Penghijauan: Penanaman pohon buah, seperti kelengkeng, sirsak, dan jambu merah di sepanjang jalan, menciptakan lingkungan yang asri dan sejuk.
Semua inisiatif ini menunjukkan bahwa Desa Mojodeso tidak hanya peduli pada kebersihan, tetapi juga aktif beradaptasi dan memitigasi dampak perubahan iklim. Inovasi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, adalah rahasia di balik prestasi luar biasa ini. (*/sfh)
Editor : Yuan Edo Ramadhana