RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kepastian kualitas air Bengawan Solo setelah dugaan pencemaran akan terjawab. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro memastikan hasil uji laboratorium atas sampel air sungai akan keluar pada 8 Oktober 2025.
Kepala DLH Bojonegoro Luluk Alifah mengatakan, sampel diambil di Bendungan Gerak Kalitidu dan dikirim ke laboratorium terakreditasi di Surabaya. ’’Estimasi hasil uji 10-14 hari kerja. Jadi, 8 Oktober sudah diketahui hasilnya,” jelasnya.
Meski warna air kini tidak lagi hitam, pemantauan melalui sistem Online Monitoring (ONLIMO) KLHK di stasiun Padangan mencatat status mutu air pada 16-22 September berada di kategori tercemar ringan hingga sedang.
Bahkan, pada 27 September kondisi masih cemar sedang. DLH Bojonegoro juga telah melaporkan hasil pemantauan ini ke DLH Provinsi Jawa Timur, BBWS Bengawan Solo, dan Balai Gakkum KLHK.
Koordinasi juga dilakukan dengan DLH Ngawi, yang melaporkan kondisi air di wilayah mereka sudah tercemar sejak masuk dari hulu.
“Bengawan Solo ini sumber kehidupan masyarakat. Kalau di hulu bersih, hilir juga akan bersih. Pemkab memastikan pemantauan terus dilakukan agar air aman untuk konsumsi,” tegas Luluk.
Dampak pencemaran juga dirasakan PDAM Bojonegoro. Kepala PDAM Khairul Anwar menyebut, kualitas air Bengawan mengalami penyesuaian bahan kimia dalam proses pengolahan. ’’Hasil pengolahan masih bisa baik dengan pemakaian chemical disesuaikan kondisi air baku,” terangnya. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana