RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Wajah Tarso sumringah saat Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menyambangi rumahnya. Rumah yang berlokasi di Desa Tempellemahbang Kecamatan Jepon itu memang sangat sederhana. Tarso pun di situ tinggal sendirian.
Tarso sebelumnya tinggal bersama orang tuanya. Namun sejak ayahnya meninggal, ia memilih hidup sendiri dan menetap di rumah sederhana. Umur tarso terbilang masih di usia yang produktif, 30 tahun. Ia bekerja memulung sampah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
‘’Selama tinggal di sini saya gak pernah dapat bantuan sama sekali,’’ ujarnya.
Wakil Bupati Sri Setyorini mengakui Tarso memang hidup sebatang kara di gubuk kecil tersebut.
‘’Setelah kami cek, memang benar adanya. Kami juga sempat bertemu dengan keluarga Pak Tarso. Beliau dulunya pernah menikah dan mempunyai anak, namun kini sudah berpisah dengan istrinya,’’ ujar Wakil Bupati yang akrab disapa Budhe Rini.
Sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah, Pemkab Blora terus melakukan pendataan warga miskin ekstrem. Proses pendataan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Hasilnya diserahkan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti.
‘’Pesan saya kepada masyarakat Blora, khususnya, segera laporkan kepada kami apabila ada warga yang membutuhkan perhatian lebih dari Pemda. Dengan begitu, kita bisa bergerak cepat untuk memberikan solusi,’’ tegasnya.
Kepala Dinas Sosial P3A Blora Luluk Kusuma Agung Ariadi menegaskan pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap Pak Tarso. (hul/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana