Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Disnakkan Bojonegoro Sebut Rerata KPM Program Gayatri Produksi 44 Telur Per Hari

Dhani Wahyu Alfiansyah • Senin, 22 September 2025 | 14:15 WIB
GAYATRI: Salah satu program Bupati Wahono dan Wabub Nurul Azizah untuk mengentaskan kemiskinan.
GAYATRI: Salah satu program Bupati Wahono dan Wabub Nurul Azizah untuk mengentaskan kemiskinan.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) mulai menunjukan hasil, meski belum merata. Dari 400 keluarga penerima manfaat (KPM) yang sudah menerima bantuan, jumlah telur dihasilkan saat ini rerata 44 butir telur per hari.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, Fajar Dwi Nurrizki, mengatakan, bahwa beberapa wilayah telah mencapai puncak produksi. ’’Desa Klino dan Desa/Kecamatan Sekar sudah pada puncak produksi,” terangnya.

Menurut Fajar, capaian tersebut tak lepas dari waktu penyaluran bantuan yang lebih awal. ’’Hal tersebut karena desa-desa tersebut termasuk dropping paling awal,” jelasnya. Ia menambahkan, data produksi telur juga tercatat meningkat.

’’Dari data Disnakkan pada Agustus telah menghasilkan telur. Tertinggi 1.760 telur, atau rata-rata 44 butir telur per hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Tinumpuk Kecamatan Purwosari Kosim mengatakan, terdapat lima KPM Gayatri di desanya. Semua KPM sudah mendapat paket bantuan Gayatri. Mulai dari satu set kandang ayam beserta kipas anginnya.

Tiap KPM menerima ayam petelur jenis lohman sebanyak 54 ekor dengan usia 16 minggu, pakan dan vitamin selama tiga bulan, gamping atau dolomit untuk menabur kotoran ayam agar tidak bau dan berlalat, hingga pendampingan dari tim pelaksana (timlak).

’’Alhamdulillah sudah tersalurkan semua. Terhitung empat hari ini sudah di kandang KPM,” bebernya. Menurutnya, terkait hasil telur yang dihasilkan nantinya. Di desanya telah diadakan rapat bersama untuk membahas terkait ketentuan tersebut.

Hasilnya, dibuatkan buku tabungan ke Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. ’’Sehingga, KPM bisa setor hasil telur Kopdes Merah Putih atau dijual sendiri. Serta, ditabung ke Kopdes Merah Putih,” terangnya. (dan/ewi/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Kopdes Merah Putih #Desa #Ayam petelur #kpm #gayatri #telur #disnakkan bojonegoro #Disnakkan #bojonegoro #keluarga #purwosari