RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Desa Pejambon di Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, kembali menjadi sorotan publik berkat komitmennya dalam tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, sekaligus inovatif. Desa yang sudah lama dikenal sebagai pionir keterbukaan informasi ini, berhasil menorehkan segudang prestasi hingga tingkat nasional.
Terbaru, Pejambon berhasil meraih Radar Bojonegoro Award 2025 untuk kategori Administrasi Pemerintahan Inspiratif. Ajang tersebut berlangsung Selasa malam (26/8) di MCM Hotel Bojonegoro.
Sejak lebih dari satu dekade, Desa Pejambon konsisten mengukir prestasi di berbagai bidang. Tercatat, sejak 2013 hingga 2025, lebih dari 15 penghargaan berhasil diraih. Di antaranya: Juara I Lomba Desa Terinformatif Jawa Timur 2017 Penghargaan Desa Terbaik Transparansi Layanan Publik Nasional 2018. Anugerah Desa Cantik (Cinta Statistik) Provinsi Jawa Timur 2022 Penghargaan Inovasi Mitigasi Bencana Terbaik Kabupaten Bojonegoro 2023 Adibuana Carbon Award 2023 kategori cukup sebagai bentuk kepedulian pada isu lingkungan Dan yang terbaru, Radar Bojonegoro Award 2025 di bidang administrasi pemerintahan.
Penghargaan tersebut menegaskan bahwa Pejambon bukan hanya desa yang berprestasi di atas kertas, tetapi benar-benar menjalankan praktik tata kelola pemerintahan yang bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia.
Kunci utama keberhasilan Desa Pejambon terletak pada konsistensi menerapkan keterbukaan. Melalui website resmi https://pejambon-bjn.desa.id, masyarakat bisa mengakses beragam informasi penting, mulai dari sejarah desa, profil wilayah, visi-misi, struktur pemerintahan, hingga laporan keuangan desa.
Tak hanya itu, website ini juga berfungsi sebagai pusat informasi publik yang menyajikan berita kegiatan, agenda desa, serta prestasi yang diraih. Kehadiran platform digital ini menjadikan Pejambon sebagai salah satu desa paling terbuka di Jawa Timur, bahkan di Indonesia.
Dengan keberhasilan mengelola pemerintahan berbasis transparansi, Desa Pejambon kini menjadi tujuan study tiru bagi banyak desa dari berbagai daerah, bahkan hingga luar Pulau Jawa seperti Kalimantan.
Delegasi desa lain datang untuk belajar tentang pengelolaan keuangan desa yang transparan, keterbukaan informasi, pelayanan masyarakat, hingga inovasi berbasis teknologi digital. Fenomena ini menunjukkan bahwa Pejambon tak hanya berprestasi, tetapi juga mampu berbagi pengalaman untuk memperkuat desa-desa lain.
Kepala Desa Pejambon, Abd. Rokhman, S.Sos., menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja sama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keterbukaan adalah pondasi utama yang membangun kepercayaan warga kepada pemerintah desa.
“Kami percaya, kepercayaan masyarakat akan tumbuh jika pemerintahan desa dikelola secara terbuka dan akuntabel. Transparansi ini yang menjadi pondasi lahirnya berbagai inovasi dan prestasi. Semua program kami libatkan warga, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penghargaan terbaru menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Radar Bojonegoro Award 2025 adalah apresiasi besar bagi Desa Pejambon. Tapi ini bukan tujuan akhir, melainkan pelecut semangat agar kami terus melangkah maju dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia,” tambahnya.
Di bawah kepemimpinan Abd. Rokhman, Desa Pejambon kini diakui sebagai Desa Inspiratif di bidang Administrasi Pemerintahan. Tak hanya sekadar penghargaan, prestasi ini membuktikan bahwa desa mampu menjalankan prinsip transparansi sebagaimana standar good governance yang biasa diterapkan di tingkat kota maupun kabupaten.
Desa Pejambon juga berhasil menunjukkan bahwa inovasi bisa lahir dari desa. Dengan keterbukaan, partisipasi masyarakat, dan pemanfaatan teknologi digital, Pejambon mampu membangun kepercayaan publik sekaligus mendorong kemandirian desa.
Dengan berbagai capaian tersebut, Desa Pejambon semakin kokoh sebagai contoh nyata tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. Tidak hanya mengharumkan nama Bojonegoro di tingkat nasional, tetapi juga memberikan inspirasi bagi desa-desa lain yang ingin maju melalui keterbukaan informasi. (*/tih)
Editor : Yuan Edo Ramadhana