RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Beras bantuan yang diberi pemerintah kepada masyarakat nampaknya tak semua berkualitas baik. Hal itu diakui beberapa warga Blora yang menjual kembali beras tersebut di pasaran. Pihak bulog pun beri penjelasannya.
Pimpinan Cabang Bulog Pati, Nur Hardiansyah akui akan menindaklanjuti adanya laporan tersebut. Menurutnya, temuan kualitas beras yang buruk bukan berarti bisa diperjualbelikan.
’’Seharusnya tidak perlu dijual lagi. Karena memang tidak boleh. Seharusnya dilaporkan saja untuk diganti,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, agar masyarakat penerima manfaat mengecek kualitas beras yang diterima. Jika ada yang menerima dengan kualitas kurang baik, maka bisa dilaporkan untuk meminta ganti beras yang lebih baik.
’’Kami siap mengganti dengan beras yang lebih baik. Kami ada mekanisme penukaran. Kalau memang benar-benar tidak layak langsung lapor. 1x24 jam langsung kami ganti,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada masyarakat agar tidak memperjualbelikan beras itu. ’’Memang sudah seharusnya jadi konsumsi sehari-hari saja. Tidak perlu diperjualbelikan,” ujarnya.
Baca Juga: 79.715 Warga PBP Blora Terima Bantuan Beras, Total 1.594 Ton
Sub Koordinator Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Pertanian, Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora Pamuji Retno mengatakan, beras yang diterima oleh masyarakat penerima bantuan pangan (PBP) memiliki kualitas yang baik.
’’Kami cek kualitas berasnya sebelum disalurkan itu bagus. Warnanya putih kok. Bahkan, dua kali cek di mesinnya,” jelasnya.
Ia akui saat pengecekan kualitas beras bantuan tersebut, kualitas kadar airnya memenuhi standar. ’’Bahkan, saat kami cek itu kadar airnya (KA) di angka 13,6 persen KA. Lebih dari 10 persen,” ujarnya.
Diketahui, bantuan beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) akhirnya tersalurkan kepada 79.715 warga Blora. Tiap orang menerima total 20 kilogram dalam dua bulan. Jadi, sebanyak 1.594 ton beras yang telah tersalurkan di wilayah Blora. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana