RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Berbatasan dengan Kecamatan Kota, Kecamatan Kapas mencatat lebih sedikit warga miskin ekstrem. Tetap dibutuhkan upaya pengentasan. Pihak kecamatan mengklaim tidak ada program khusus.
Hanya menjalankan agenda pemerintah kabupetan (pemkab). Terbesar di 20 desa dari total 21 desa. Tertinggi di Desa Padangmentoyo. ‘’Kecamatan Kapas masih ada warga dalam kategori miskin,” ujar Camat Kapas Zenny Bchtiyar.
Zenny menjelaskan, berdasar data data mandiri masyarakat miskin daerah (damisda), tercatat setidaknya sebanyak 118 warga miskin ekstrem. Dari total 21 desa, hanya Desa Tikusan nihil kemiskinan ekstrem.
Rinciannya Desa Bakalan sebanyak 11 warga; Desa Bendo sebanyak 14 warga; Desa Kapas sejumlah sembilan desa; dan Desa Tanjungharjo sebanyak 19 warga.
Kemudian, masing-masing lima warga di Desa Kedaton dan Kumpulrejo; masing-masing empat warga di Desa Mojodeso, Klampok, Sambiroto, Tapelan, dan Wedi; dan tiga warga di Desa Ngampel.
Dilanjutkan di Desa Bogo, Semenpinggir, dan Sukowati masing-masing sejulah dua warga. Serta, satu warga di masing-masing Desa Bangilan, Kalianyar, Plesungan, dan Sembung. Terbanyak di Desa Padang Mentoyo sebanyak 22 warga miskin ekstrem.
Dia melanjutkan, data kemiskinan ekstrem itu berdasar kategori mereka yang tidak mampu memnuhi kebutuhan dasar hidup. Sedangkan, menurutnya, tidak ada program khusus dari kecamatan untuk mengentaskan.
Adanya, kata dia, fasilitasi dari program kabupaten. Seperti program dahar siang lansia (darsila), santunan yatim piatu, dan penyandang penyakit kronis dan cacat. ‘’Kategori ini adalah mereka yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup,” ucapnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana