RADAROJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kecamatan Kasiman masih mengantongi data kemiskinan sekitar 164 jiwa, bahkan jumlah itu masuk kategori miskin ekstrem. Jumlah itu tersebar hampir semua desa.
‘’Semua desa masih ada warga yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem. Walaupun jumlahnya sedikit,’’ kata Camat Kasiman Novita Sari, Kamis (8/5).
Novita menjelaskan, miskin ekstrem merupakan kondisi kemiskinan akut, warga tidak memiliki kemampuan untuk meningkatkan pendapatan dan menurunkan bebas hidup. Misal lansia sebatang kara dan disabilitas tunggal. Menurutnya, kondisi itu masih dirasakan di setiap desa atau tepatnya sepuluh desa di Kecamatan Kasiman. ‘’Kondisi itu masih ada di setiap desa meski tidak banyak,’’ tegasnya.
Dia mengatakan, berdasar data kecamatan sebanyak 164 warga atau keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) ekstrem masuk dalam kategori miskin ekstrem. Sebarannya bervariasi dari paling sedikit dua KPM hingga terbanyak 47 KPM di Desa Sambeng. ‘’Untuk dua KPM itu salah satunya di Desa Tembeling,’’ imbuh dia.
Pihaknya mengklaim, upaya pengentasan kemiskinan sudah banyak dilakukan. Mulai pemerintah pusat sampai desa. Sedangkan, kecamatan lebih banyak bertugas sebagai koordinator, pembina, dan pengawas program agar berjalan sesuai aturan maupun tujuan. Menurutnya, pihak kecamatan memiliki inovasi tersendiri.
Meliputi silaturrahmi satu jam bersama camat (sitajam); diskusi antara pemerintah desa (pemdes) dengan warga agar anggaran desa selaras dengan program pusat dan daerah; blonjo atau berbelanja di warung tetangga; dan pendampingan, penyuluhan, dan intervensi makanan untuk ibu hamil cegah stunting.
Novita melanjutkan, kemiskinan ekstrem hampir tidak mungkin berubah. Kecuali orang terdata meninggal dunia atau kejadian luar biasa seperti dirawat kelurga baru ataupun dicari keluarga lama. ‘’Tapi, ini jarang sekali terjadi. Lansia atau disabilitas miskin tunggal hampir tidak mungkin berubah,’’ katanya.
Sehingga diintervensi dengan bantuan agar tetap bisa melangsungkan hidup. Di antaranya pengobatan gratis dan bedah rumah. ‘’Kalau kegiatan kecamatan lebih ke intervensi agar tidak muncul miskin ekstrem baru. Sifatnya ke pencegahan munculnya esktrem baru,’’ pungkas dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana