Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

DPMD Blora dan Wakil Ketua DPRD Siswanto Kawal Kesejahteraan Desa: BUMDes Plantungan Cuan Miliaran Rupiah

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 28 April 2025 | 19:30 WIB
Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto (ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Badan Usaha Desa (BUMDes) Desa Plantungan berhasil raup keuntungan miliaran rupiah. Bahkan, desa tersebut berhasil bangun infrastruktur secara mandiri dengan anggaran Rp 2,3 miliar.

Di antaranya untuk mengecor jalan kabupaten yang sudah 17 tahun tak tersentuh pembangunan. Selain itu, juga anggarkan pendapatan BUMDes untuk kesejahteraan warga setempat.

Pantauan di lokasi, warga Desa Plantungan tampak antusias melakukan pengecoran jalan. Mereka bahu membahu. Mulai dari memasang bekisting. Kemudian meratakan adukan yang dituangkan dari truk molen.

Pembina Bumdes Sumber Alam Agung Abadi Ahmad Hanafi alias Pipin menyebut tahun 2025 ini dari keuntungan hasil usaha, pihaknya bisa menganggarkan Rp 2,3 miliar untuk pembangunan infrastruktur.

’’Seperti saat ini, kita cor jalan dengan lebar tujuh meter dan panjang satu kilometer dengan ketebalan 20 sentimeter,” jelasnya. Biaya untuk pengecoran jalan tersebut dianggarkan Rp 1,3 miliar. Menurutnya, jalan itu sebenarnya jalan kabupaten.

Sehingga, kewenangan pemerintah kabupaten. ’’Ini sebetulnya jalan kabupaten. Kami izin ke pemerintah kabupaten untuk dikerjakan. Karena kami merasa punya sumber daya alam, bisa berdikari. Jadi, kami bangun sendiri,” jelasnya.

Meski berstatus Jalan Kabupaten, sudah belasan tahun tak tersentuh pembangunan. Terhitung pembangunan terakhir pada 2008. ’’2008 Jalan ini diperbaiki dengan aspal. Artinya 17 tahun jalan ini gak diperbaiki. Dan, 2025 ini kita cor,” tambahnya.

Menurutnya, warga yang membangun jalan itu bekerja secara gotong royong. Mereka tidak dibayar. Karena sadar jalan tersebut kebutuhan warga. Jalan tersebut merupakan akses warga Desa Plantungan menuju ke kota. Termasuk penghubung menuju desa lain. Sehingga, sangat vital. ’’Estimasi kami dua minggu ke depan ini selesai,” imbuhnya.

Menurutnya, setelah selesai nanti, akan diproyeksikan membangun jalan lain. Menuju balai desa. ’’Jadi kami tambahi. Semula pada 2024 sudah dibangun. Nah nanti kami lebarkan, dari tiga jadi tujuh meter,” paparnya.  

Selain itu, juga direncanakan pembangunan beberapa talud untuk menguatkan jalan-jalan agar makin kokoh. ’’Jadi, Rp 2,3 miliar itu sebagian jalan, dan ada juga untuk talud,” tuturnya. (hul/adv)

Baca Juga: DPMD Blora dan Wakil Ketua DPRD Siswanto Kawal Desa Wisata: Noyo Gimbal View Tembus 666.000 Pengunjung, Inspiratif dan Banyak Inovasi

Bansos dan Rencana Pengembangan SDM

(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

TAK hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, keberhasilan usaha di BUMDes Sumber Alam Agung Abadi Desa Plantungan itu juga digunakan untuk kegiatan sosial. Di antaranya adanya bagi hasil untuk para warga hingga adanya santunan kepada yatim piatu.

Untuk bagi hasil usaha, per bulan tiap KK mendapatkan Rp 500 ribu. Kepala Desa Plantungan Endang Susana menyebut uang yang dibagikan ke warga itu merupakan bagi hasil dari usaha yang digarap BUMDes. Yakni, pengolahan limbah sumur artesis.

Bagi hasil kepada warga itu sudah berlangsung selama tiga tahunterakhir. Dari yang awalnya hanya Rp 10.000. ’’Sekarang sudah 500 ribu per bulan per KK. Jumlah KK di sini ada 430 KK,” katanya.

Dalam pembagian hasil itu, diberikan di balai desa. Diwakili masing-masing ketua RT. Uang diberikan ke ketua RT. Untuk kemudian dibagikan ke warga masing-masing. Menurutnya, ke depan pihaknya menargetkan tiap KK bisa menerima sampai Rp 7,5 juta.

Hal itu seiring bertambahnya produksi dan usahadi BUMDes. Kemudian, tiap bulan dari hasil usaha BUMDes juga dibagikan ke anak yatim piatu hingga kelompok dhuafa. Total per bulan ada sekitar 3.500 orang yang diberikan santunan.

Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto mengapresiasi peran Desa Plantungan dalam ranah sosial. Menurutnya, tiap desa harus mengembangkan potensinya masing-masing. ’’BUMDes ini kan didirikan dengan semangat untuk meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, dan mengoptimalkan potensi desa,” tambahnya.

Desa tak boleh hanya mengandalkan dana desa, melainkan harus bisa memiliki pemasukan lain. Sehingga, ada peningkatan pada pendapatan asli desa (PAD).

’’Sehingga BUMDes bisa jadi motor penggerak pembangunan dan peningkatan PAD,” paparnya. Tak hanya dalam ranah sosial dan kesejahteraan, jangka panjang ia bahkan berharap pendapatan lebih dari usaha di BUMDes juga bisa digunakan untuk membangun SDM Desa. Bentuknya lewat beasiswa.

’’Caranya dengan memberikan beasiswa untuk mereka yang sekolah. Kalau yang di SD, SMP sudah beres karena dibiayai negara, mungkin masuk ke yang SMA terutama yang di sekolah di swasta dan yang kuliah,” imbuhnya.

Bahkan, ia menilai dengan pendapatan luar biasa, Desa Plantungan bisa saja mengupayakan agar semua anak bisa kuliah. Sehingga, masa depan SDM di desa tersebut makin baik.

’’Di Plantungan ini untuk urusan sosial dan kesejahteraan sudah bagus, berikutnya harus dipikirkan urusan SDM. Warganya bisa dikuliahkan ke jurusan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki Blora. Seperti jurusan perminyakan, kehutanan dan pertanian,” tambahnya. (hul/adv)

Baca Juga: Dukung Empat Program Utama Presiden, Ketua Umum ADKASI Siswanto Silaturahmi dengan Ketua MPR, DPR RI, dan Jajaran Menteri

DPMD Rutin Monitoring BUMDes

(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

DINAS Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Blora rutin lakukan monitoring, evaluasi dan pengawasan ke berbagai BUMDes dan desa yang ada di Blora. Tak terkecuali ke Desa Plantungan.

Kabid Pemberdayaan DPMD Blora Sukiran menyebut hal itu untuk memastikan jalannya BUMDes transparan. Termasuk di Desa Plantungan. ’’Mereka ada usaha sumur, perizinan pengeboran lengkap,” katanya.

Menurutnya, sebagaimana UU Desa, tiap desa harus bisa memanfaatkan potensi yang ada. Untuk dikelola dan menjadi sumber perekonomian. ’’Dalam UU desa disampaikan desa berhak mengelola potensi alam yang ada dan termasuk SDA yang ada di dalamnya,” tambahnya.

Dalam konteks Desa Plantungan, dengan dasar UU Desa, sangat pas bahwa desa berdikari mengelola sumber daya yang ada di desa tersebut. ’’Manfaatnya pun dirasakan, yakni untuk kesejahteraan masyarakat. Ada bagi hasil untuk warga, ada pembangunan infrastruktur,” jelasnya.

DPMD sejauh ini rutin melakukan pembinaan, monitoring, dan mengevaluasi agar jalannya BUMDes di Desa Plantungan transparan. Berapa yang masuk ke pendapatan desa, untuk infrastruktur pembangunan, juga untuk sosial.

’’BUMDes di Blora melakukan laporan rutin ke kami. Tiap satu semester. Di Plantungan, omzet kotor Rp 12 miliar per bulan. Bersihnya Rp 8 miliar,” imbuhnya. Bahkan, BUMDes di Desa Plantungan juga memberikan sumbangsih Rp 3 miliar pada pendapatan asli daerah (PAD) untuk Pemkab Blora lewat skema yang telah dibangun.

Tenaga Ahli (TA) pemberdayaan masyarakat pada DPMD Blora Prasetyo menjelaskan, sumber daya yang ada di desa memang harus dioptimalkan. Ia mencontohkan kasus di Magelang.

Dahulu meski memiliki SDA Candi Borobudur, masyarakat di sana miskin. Karena warga hanya mengelola WC. Sebab, tak dilibatkan secara langsung ikut mengelola. Namun, semenjak adanya perubahan mekanisme dan pengelolaan, kini masyarakat mulai menikmati.

’’Kalau saya lihat sumber daya alam di Blora jauh lebih besar dibandingkan di sana. Namun, saat saya ke sini, masyarakatnya jauh lebih miskin. Ini tentu hal aneh,” imbuhnya.

Untuk itu, menurutnya, penting agar desa-desa di Kabupaten Blora lebih berani dan inovatif. Sehingga, bisa mengelola potensi yang ada. (hul/adv)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Plantungan #DPMD Blora #Desa #siswanto #jalan kabupaten #DPRD Blora #bumdes #badan usaha milik desa #blora #pendapatan #pad #DPMD #pengecoran jalan