Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Akademisi Bojonegoro: Skala Terlalu Kecil, Program Gayatri Kurang Visibel Untuk Jangka Panjang

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 11 April 2025 | 18:17 WIB
AYAM PETELUR: Narko peternak ayam petelur dari Desa Kacangan, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro telaten merawat dan hasilkan telur berkualitas. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
AYAM PETELUR: Narko peternak ayam petelur dari Desa Kacangan, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro telaten merawat dan hasilkan telur berkualitas. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Akademisi menilai program gayatri tidak visibel untuk jangka panjang. Mengingat, jumlah yang dibagikan hanya dalam skala kecil. Yakni, sekitar 50-60 ekor ke setiap penerima yang merupakan masyarakat miskin.

Mahasiswa Doktoral Prodi Ekonomi Pertanian Universitas Brawijaya Malang Awaludin Ridwan mengatakan, dari sisi peternakan, program tersebut bagus untuk meningkatkan populasi, menghasilkan telur. Karena apabila populasi meningkat, produksi juga akan meningkat.

Namun, ia menilai, dari sisi ekonomi, program tersebut kurang visibel karena skala usahanya kecil. Sehingga, sulit untuk keberlanjutan jangka panjang. Terlebih, ayam memiliki masa produktifitas.

‘’Untuk tambahan harian, pasti bertambah karena berupa bantuan. Tapi, untuk jangka panjang, tidak visibel. Kalau hanya sebagai perangsang untuk mandiri, boleh-boleh saja. Namun, dari sudut ekonomi, itu tidak efisien,’’ ujarnya.

Menurut Ridwan, untuk keberlanjutan jangka panjang, seharusnya pada satu titik populasi harus banyak agar bisa visibel dan dilakukan terus-menerus. Hal ini bisa dilakukan dengan menggandeng Bumdes. Misal, setiap kecamatan memiliki khas masing-masing. Seperti di kecamatan satu budidaya lele, kecamatan lain bisa ayam petelur. Agar populasi dalam satu kecamatan, sehingga lebih efisien untuk pembinaan.

Infografis Rencana Porgram Gayatri Pemkab Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis Rencana Porgram Gayatri Pemkab Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

‘’Dengan begitu, visibel, menguntungkan, dan dapat dilaksanakan terus-menerus,’’ lanjutnya.

Sekretaris Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Bojonegoro tersebut mengatakan, untuk program ayam petelur sekarang. Bisa dikatakan disebar untuk masyarakat miskin sebanyak berapa puluh ekor. Minimal, tujuannya untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Tapi, dari sisi ekonomi kurang visibel. Bahkan, sangat sulit apabila tujuannya untuk pengentasan angka kemiskinan. Karena skalanya sangat kecil.

‘’Skalanya sangat kecil, sehingga tidak bisa jangka panjang. Ayam petelur 10 ribu ekor itu masih kecil. Skala ekonomi minimal 20 ribu ekor, baru visibel. Dan, tidak mungkin satu penerima mendapat segitu,’’ ujarnya.  (ewi/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Ayam petelur #bumdes #akademisi #peternakan #universitas brawijaya #Ayam #gayatri #Ekonomi #bojonegoro #masyarakat miskin #populasi #Lele