RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Target pembentukan desa tangguh bencana yang awalnya direncanakan 59 desa, tersisa 15 desa. Alasannya, terdampak efisiensi anggaran.
‘’Jumlah destana sesuai anggaran,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Heru Wicaksi kemarin (8/4).
Heru melanjutkan, 15 desa itu tersebar di empat kecamatan. Meliputi Kecamatan Kedewan di antaranya Desa Kedewan, Desa Beji, Desa Kawengan, dan Desa Hargomulyo.
Kemudian, Kecamatan Tambakrejo yakni Desa Pengkol, Desa Gading, Desa Ngrancang, Desa Napis, Desa Tambakrejo, dan Desa Dolokgede.
Selanjuttnya, di Kecamata Gayam meliputi Desa Bonorejo, dan Desa Brabowan. Serta, Kecamatan Sumberrejo yakni Desa Butoh, Desa Margoagung, dan Desa Karangdinoyo.
Mantan Camat Kepohbaru itu mengatakan, pembentukan destana bakal dilakukan setiap tahun hingga tuntas di seluruh desa di Kabupaten Bojonegoro.
Namun, untuk tahun ini mengalami perubahan jumlah dari rencana awal. Sebelumnya dianggarkan 59 desa menjadi 15 desa.
‘’Awal di induk 59 desa. Tapi, karena ada efisiensi jumlah berkurang. (Anggaran) di awal itu untuk sosialisasi dan pembentukan,” jelasnya.
Heru menambahkan, juga dibentuk anggota destana berasal dari masyarakat sekitar. Namun, bersifat sukarela. Total per desa sebanyak 40 anggota. Personel destana dibekali pelatihan. Tujuannya agar bisa merespon cepat jika terjadi bencana di desa. Bisa ditangani secara swadaya dari anggota.
‘’Tiap ada kejadian cepat merespon, mitigasi dan pendataan lebih cepat sehingga meminimalisir risiko. Karena BPBD masih tipe B juga,” tuturnya.
Dia mengajak, seluruh masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap bencana. Sebab, bukan hanya tugas BPBD melainkan seluruh masyarakat. Agar mengurangi akibat yang ditimbulkan bencana.
Heru mengatakan, anggaran destana sebesar rp 77 juta. Dialokasikan untuk honor narasumber, uang saku, seragam, tas, makan dan minum, dan seminar kit. ‘’Paling tidak kalua ada saluran air yang mampet ditanggulangi sendiri dan tidak menyebabkan genangan,” ucapnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana