RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bojonegoro bakal membentuk badan riset dan inovasi daerah (BRID). Tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah, masyarakat mendesak segera ada informasi pasti. Sebab, dinilai masih minim sosialisasi.
‘’Belum tahu sih kalau ada BRID atau apa itu di Bojonegoro,” ujar Siti Khoiriyah warga Kecamatan Dander.
Riya sapaannya melanjutkan, meski belum familiar dengan itu tapi tidak asing didegar. Layaknya badan riset dan inovasi nasional (BRIN). Dia mengaku, setahunya Lembaga di tingkat provinsi. Yakni badan penelitian dan pengembangan. ‘’Tidak tahu sama atau beda ya,” katanya.
Namun, jika rencana dibentuknya BRID itu pasti, menurutnya, harus ada sosialisasi. Terlebih berkaitan fungsi dan kegunaan. Sebab, sampai saat ini dia menuturkan, tidak tahu sama sekali. Baik dari media sosial (medsos). ‘’Sampai sekarang belum ada sosialisasi soalnya saya rasa di masyarakat sekitar,” ujarnya.
Dia menambahkan, kalau berbicara kepentingan adanya pembentukan BRID juga harus pasti. Missal berkaitan sumber daya alam (SDA) mengingat Bojonegoro kaya akan itu atau tentang pangan, energi, atau lingkungan hidup. ‘’Kalau ngomong penting mesti penting ya jika memang itu tujuannya. Dan harus ada produk berkualitas dari BRID itu sendiri,” tutur perempuan 34 tahun itu.
Kepala Badan Organisasi Pemkab Bojonegoro Dyah Enggarini Mukti membernarkan adanya rencana pembengtukan BRID di Bojonegoro. Menurutnya, saat ini sedang proses pembentukan. ‘’Untuk lebih lengkap bisa menghubungi Asisten Administrasi Umum Andik Sudjarwo,” lanjut Enggar sapaan akrabnya.
Sementara itu, Andik Sudjarwo belum bisa dikonfirmasi terkait pembentukan BRID di Bojonegoro. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana