RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mengakui ironi besarnya anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dalam beberapa tahun terakhir yang tak signifikan mengentaskan kemiskinan.
Namun, belum bisa menyebut evaluasi tentang itu. Dalihnya tidak ingin mendahului bupati. ‘’Data rinci ada di damisda (data mandiri masyarakat miskin daerah),” kata Kepala Bappeda Bojonegoro Achmad Gunawan Ferdiansyah.
Dia menjelaskan, kemiskinan di Bojonegoro masih di angka 11,69 persen atau sekitar 147,33 ribu jiwa. Tentu menjadi sorotan tersendiri kepala daerah dilantik 20 Februari lalu.
Masuk ke dalam isu strategis yang ditawarkan, yakni pengentasan kemiskinan. Targetnya dimulai dalam program 100 hari kerja.
‘’Ada tiga pokok program besar. Pertama, rencana program kemasyarakatan, tata kelola pemerintana, dan delapan pilar quick wins,” lanjut Gunawan.
Menurutnya, dalam quick wins itu terdapat pengentasan kemiskinan yang menjadi sorotan tersendiri. Sehingga dilakukan program yang langsung bisa dirasakan manfaatnya. Berupa domba kesejahteraan, ayam petelur, dan lele keluarga.
Dia mengatakan, ini salah satu bentuk intervensi langsung. ‘’Bukan pemberdayaan jangka panjang. Target dalam 100 hari kerja,” katanya.
Terkait besarnya APBD yang tak berdampak signifikan dengan pengentasan kemiskinan, Gunawan menyebut itu merupakan ironi. APBD Bojonegoro tinggi kedua di Jatim tapi kemiskinan nomor sebelas dari bawah.
‘’Tahu seperti itu masa diam saja. Kalau ada ironi seperti itu, beliau (bupati dan wakil bupati) menghendaki adanya evaluasi. Sedangkan, damisda sendiri peridoe tahunan yang diinisiasi oleh pemkab. Basisnya tangka desa,” beber dia.
Sementara itu, berdasar data Damisda Bojonegoro 2024, setidaknya masih ada masyarakat miskin setiap desa per kecamatan. Tertinggi di Kecamatan Kedungadem sebanyak 5.036 KK. Kemudian, di Kecamatan Ngasem sebanyak 4.576 KK dan di Kecamatan tambakrejo sejumlah 4.056 KK. Dan rerata kecamatan lain masih di angka sekitar 1.000-2000 KK. Juga, beberapa kecamatan di bawah angka 1.000 KK. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana