BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Bantuan operasional sekolah daerah (bosda) madrasah diniyah (madin) tahun ini dianggarkan Rp 27,3 miliar di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Bakal bertambah dari dana sharing provinsi.
‘’Dianggarkan Rp 27,3 miliar di APBD 2025,’’ kata Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro Lasuri kemarin (5/2).
Dia melanjutkan, anggaran digelontorkan dari APBD itu ditujukan untuk madin se-Bojonegoro yang sudah terdaftar. Khususnya untuk peserta didik atau santri yang terdata secara teknis di bawah wewenang dinas pendidikan (dindik). ‘’Hanya untuk madin. Nanti kalau guru ada sendiri,’’ bebernya.
Dia menambahkan, anggaran itu murni dari APBD. Namun, biasanya akan menerima dana tambahan atau sharing dari pemerintah provinsi (pemprov). Hanya, belum bisa dipastikan untuk saat ini berapa nominal dan waktunya. ‘’Biasanya ada dari provinsi. Tapi, sementara belum diketahui jumlah nominalnya. Jadi Rp 27,3 miliar itu murni APBD,’’ imbuhnya.
Sementara itu, kata Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Bojonegoro itu, untuk pencairan rerata dilakukan saat Ramadan. Juga, menunggu proses APBD. Sebab, beber dia, sekitar Januari-Februari belum bisa diproses dan baru mulai Maret-April. ‘’Mekanismenya bagaimana juga belum bisa memastikan. Apakah bertahap atau diterimakan sekali,’’ pungkas Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro itu.
Sementara itu, Kepala Dindik Bojonegoro Nur Sujito belum bisa dikonfirmasi terkait anggaran bosda madin tahun ini. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana