BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Satu bulan pasca dibukanya Masjid Wisata Religi di Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo pada 27 Desember lalu, ternyata menyedot animo masyarakat dari berbagai penjuru.
Selama dibuka, berbagai masukan pun menjadi bahan evaluasi pengelola.
Namun, meski menyedot lebih dari 1.000 wisatawan setiap harinya, masjid yang belum diberi nama resmi itu ternyata urung dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
‘’Untuk urusan keagamaan, masjid wisata di bagian Kesra (Kesejahteraan rakyat), untuk aset fisik beserta kelanjutan pembangunan ada di Dinas PKP Cipta Karya,” ungkap Kepala Disbudpar Budiyanto.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Satito Hadi mengatakan, saat ini kegiatan keagamaan dan aktivitas masjid tersebut dikelola oleh bagian Kesra Pemkab melalui takmir. ‘’Namun, cipta karya pada bagian infrastruktur,” ungkapya.
DPKP CK sebagai leading sector, mengampu bagian infrastruktur bila terjadi kerusakan. Selain itu, disinggung terkait adanya evaluasi setelah dibuka sebulan terakhir, pihaknya mengaku belum memutuskan. ‘’Sementara ini belum ada (evaluasi),” terangnya.
Namun, tak menyangkal bahwa sebenarnya perlu ada berbagai perbaikan yang mesti dilakukan. ‘’Mungkin yang perlu dievaluasi, menata bagian parkir dan pedagang, karena hal ini bisa menimbulkan kemacetan,” pungkasnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Terpisah, berbagai masukan pun juga disampaikan oleh pengunjung, salah satunya Widodo. Pria asal Desa/Kecamatan Ngasem itu, menilai perlu adanya petugas kebersihan. ‘’Karena ramainya pengunjung menimbulkan sampah berserakan,” ungkapnya.
Selain itu, perlu adanya penataan pedagang dan lahan parkir. Sebab, perlu diakui bahwa masjid tersebut, bisa menyedot animo masyarakat di berbagai daerah. ‘’Banyak juga mobil dengan plat-plat luar kota, hal ini bisa menjadi potensi bisa dimanfaatkan,” imbuhnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana