BLORA, Radar Bojonegoro - Rencana pinjaman daerah sekitar Rp 215 miliar ditargetkan terealisasi antara April-Mei. Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mulai kerja sama dengan kantor jasa penilaian publik.
Hal itu untuk menentukan kriteria dan indikator kontestan yang nantinya bisa teken kerja sama pinjaman daerah tersebut. Bupati Blora Arief Rohman mengungkapkan, rencana pinjaman daerah telah disepakati dengan DPRD Blora.
Saat ini, masih terus berproses, dengan skema beauty contest. Beberapa pihak yang kemungkinan menawarkan untuk pinjaman seperti Bank Jateng, PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), dan Bank Jabar. ’’Akan kami pilih nanti. Karena ada beberapa tawaran dari Bank Jateng, PT SMI dan Bank Jabar,” ungkapnya.
Arief mengungkapkan, pinjaman daerah tersebut untuk rencana pembangunan infrastruktur jalan. Nantinya, semua kecamatan bakal tersentuh penerapan program dari pinjaman daerah tersebut. ’’Merata tersebar di semua kecamatan nanti dapat untuk infrastruktur jalan,” terangnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Komang Gede Irawadi menambahkan, pemkab masih berproses, sebelum mengajukan ke pihak bank atau instansi. Pemkab bakal terlebih dahulu kerja sama dengan kantor jasa penilaian publik. ’’Untuk menentukan kriteria dan indikator (pihak yang akan dipinjami),” jelasnya.
Setelah proses selesai, pemkab akan berkirim surat ke perbankan yang bakal menjadi mitra pinjaman daerah. Pihaknya menargetkan pinjaman bakal terealisasi sekitar tiga bulan mendatang. ’’Targetnya sekitar April sampai Mei,” tambahnya.
Diketahui, pemkab sebelumnya juga pernah melakukan pinjaman daerah, saat itu Bank Jateng ditunjuk sebagai mitra pembiayaan pembangunan di Blora. Upaya yang ditempuh pemkab itu, karena kondisi jalan di Blora masih banyak yang belum mulus. Selain itu, anggaran daerah tak cukup membiayai banyaknya rencana pembangunan jalan. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana