RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Masyarakat Desa Mulyorejo, Kecamatan Balen, Bojonegoro berpanen raya padi di area persawahan desa setempat pada Rabu siang (15/1). Panen ini istimewa, para petani memanen padi bersama Komandan Resor Militer (Danrem) 082/CPYJ, Kolonel Inf Batara Alex Bulo, serta Kodim 0813 Bojonegoro dan jajaran Forkopimda Bojonegoro.
Sekitar 230 hektar sawah siap untuk dipanen oleh petani desa tersebut. Ke depan, hasil panen dari Desa Mulyorejo turut berkontribusi dalam ketahanan pangan Bojonegoro, termasuk melalui surplus produksi padi.
“Kabupaten Bojonegoro merupakan daerah penghasil beras nomor tiga di Jawa Timur. Angka ini setelah Lamongan dan Ngawi, dan hasilnya terus meningkat hingga surplus. Saat ini alhamdulillah stok untuk Bojonegoro aman,” jelas Kolonel Batara.
Kolonel Batara memandang kebutuhan beras Bojonegoro telah tercukupi, termasuk untuk program makan bergizi gratis (MBG). “Jika dikaitkan dengan dapur sehat (program MBG), semuanya alhamdulillah terpenuhi. Berasnya kebutuhannya sekitar 130 ribu, kita dapat menghasilkan sekitar 500 ribu, sehingga surplus kurang lebih 370 ribu,” tambahnya.
Di samping padi, Kolonel Batara juga menyarankan masyarakat untuk meningkatkan produksi tanaman sayur. “Nanti kita menghimbau kepada masyarakat melalui aparat desa serta Bhabinkamtibmas untuk menanam tanaman sayur-sayuran di pekarangan,” lanjut pria asal Demak tersebut.
Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Czi Arief Rochman Hakim turut menyatakan, pihaknya berkomitmen mendukung dan mensukseskan program ketahanan pangan nasional. “Jajaran Babinsa Kodim 0813 juga melaksanakan pendampingan petani, mulai dari penyiapan lahan, pembibitan lahan hingga panen. Tentu kita lakukan dengan bersinergi dengan instans-instansi terkait sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Letkol Arief.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Bojonegoro, Djoko Lukito yang mewakili Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto berkata, produksi beras Kota Ledre pada 2024 lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kota Ledre, sehingga memiliki potensi membantu ketahanan pangan melalui surplus beras
“Tahun lalu panennya sekitar 878 ribu ton beras, sementara kebutuhan beras Bojonegoro 127 ribu ton untuk rumah tangga, serta 16 ribu untuk non-rumah tangga. Surplus sekali, sehingga untuk meningkatkan ketahanan pangan, Bojonegoro siap bersama TNI membangun Indonesia dalam pertanian,” papar Djoko.
Kepala Desa Mulyorejo, Subekhan berharap panen raya kali ini dapat menguatkan ketahanan pangan tidak hanya Bojonegoro, namun juga nasional. “Dari 230 hektar sawah, perkiraan perolehan padi sekitar 1.800 ton dari desa kami. Mudah-mudahan jumlah ini akan memberikan sumbangan kepada negara dan bangsa demi suksesnya program ketahanan pangan pemerintah pusat,” ujarnya.
Selain panen raya, Danrem 082/CPYJ bersama Kodim 0813 Bojonegoro juga melakukan bakti sosial kepada masyarakat Desa Mulyorejo. Sebanyak 130 paket sembako diberikan kepada warga kurang mampu, dan 60 kilogram bibit padi Inpari 16 Pasundan diberikan kepada petani desa tersebut. (edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana