TEPAT sepekan sudah program MBG berjalan di Bojonegoro. Tak hanya mendapat antusiasme masyarakat penerima. Namun, juga berbagai tantangan dihadapi untuk mendistribusikan makan gratis dari program strategis pemerintah pusat ini.
Makanan yang berpusat dari dapur sehat yang berada di Taman Rajekwesi, Kelurahan Klangon tersebut mulai menyuplai 2.996 siswa, balita, hingga ibu hamil. Meski belum merata hingga pelosok desa. Namun, program ini dipastikan menyebar secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan gizi.
Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, dapur sehat yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Badan Gizi Nasional. Mulai beroperasi sejak pukul 01.00 WIB, tiap Senin-Jumat. Sebanyak 50 karyawan dapur yang rerata berasal dari masyarakat sekitar.
’’Sejak pukul 01.00 WIB sudah mulai memasak dan mulai didistribusikan oleh dua mobil boks sekitar pukul 08.00 ke 21 titik,” ungkap Kepala SPPG Taman Rajekwesi Friska Oktaviani Yashinta. Perempuan asal Desa/Kecamatan Dander itu menambahkan, angka tersebut telah sesuai dengan kapasitas maksimal setiap dapur yang didirikan.
’’Jadi satu dapur ini, hanya menyediakan maksimal 3.000 porsi,” ungkapnya saat ditemui di dapur sehat. Perempuan lulusan Universitas Pertahanan (Unhan) itu menambahkan, bahwa sesuai batas maksimal tersebut, membuat dapur sehat belum bisa melayani seluruh sekolah di Kawasan kota.
Friska mengemukakan, bahwa setiap makanan di dapur sehat ini telah disesuaikan dengan kadar gizi dan terdapat berbagai variasi menu. Setidaknya, ada 20 variasi menu tiap bulan. Diketahui, pada hari pertama peluncuran, menu MBG meliputi ayam teriyaki, tahu crispy, sayur sop, melon, dan susu 125 mililiter. ’’Mengandung karbohidrat, protein hewani dan nabati, buah dan susu,” bebernya.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro Letkol CZI Arief Rochman Hakim menyampaikan, bahwa berjalannya program MBG ini dioperatori SPPG dan Badan Gizi Nasional (BGN) selaku leading sector.
Namun, pihaknya siap selalu untuk mengawal realisasinya program tersebut. ’’Tak hanya siswa dan ibu hamil sebagai penerima manfaat, namun juga ekonomi lokal ikut tergerak,” terangnya. Letkol Hakim menambahkan, bahwa rencananya dapur sehat di seantero Bojonegoro ditargetkan mencapai 86 titik dapur, yang bakal dibangun secara bertahap.
Guna memenuhi sekitar 240 ribu penerima makan bergizi. Direncanakan, dapur sehat selanjutnya bakal dibangun di Kecamatan Kapas, Sumberrejo, dan Sekar. ’’Realisasinya masih menunggu Badan Gizi Nasional,” ungkapnya. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana