BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Total 59 desa di Bojonegoro mendapat alokasi kinerja dalam dana desa (DD) 2025. Dengan jumlah nominal sekitar Rp 258 juta setiap desa. Alokasi kinerja diberikan khusus untuk desa yang memiliki kinerja terbaik.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bojonegoro Machmudin menyampaikan, DD terbagi atas alokasi dasar, formula, afirmasi, dan kinerja. Rerata desa-desa di Bojonegoro hanya mendapat alokasi dasar dan formula.
‘’Alokasi dasar mengacu pada jumlah penduduk. Sedangkan, alokasi formula meliputi jumlah penduduk desa, angka kemiskinan, luas wilayah, dan tingkat kesulitan geografis,’’ katanya.
Menurut dia, alokasi afirmasi diperuntukan kepada desa tertinggal dan sangat tertinggal dengan jumlah penduduk miskin tinggi. Di Bojonegoro sudah tidak ada desa yang mendapat alokasi afirmasi dalam DD.
‘’Sebenarnya ada alokasi afirmasi, tapi di Bojonegoro sudah tidak ada,’’ ujarnya.
Berdasar data dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai DD tahun anggaran 2025. Dari jumlah total 419 desa di Bojonegoro, hanya 59 desa mendapat alokasi kinerja, disamping alokasi dasar dan formula yang diterima. Sedangkan, 360 desa lainnya hanya mendapat alokasi dasar dan formula. Tanpa mendapat tambahan anggaran dari alokasi kinerja.
‘’Alokasi kinerja diberikan kepada desa yang memiliki kinerja terbaik,’’ tuturnya.
Salah satu desa mendapat alokasi kinerja dalam DD 2025 adalah Desa Ngunut, Kecamatan Dander. Yakni, dengan jumlah DD sekitar Rp 1,3 miliar. Dengan rincian, alokasi dasar sebesar Rp 674 juta, Rp 420 juta dari alokasi formula, dan alokasi kinerja sebesar Rp 258,5 juta.
‘’(Berhasil mendapat alokasi kinerja dan DD cukup besar di 2025) kemarin waktu musyawarah desa (musdes) 2025 banyak yang diajukan lewat musdes,’’ kepala Desa Ngunut, Kecamatan Dander Suwarno. (ewi/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana