BLORA, Radar Bojonegoro - Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora melaksanakan Kirab Pemilu. Agenda tersebut melanjutkan Kirab Pemilu 2024 setelah serah terima dari KPU Bojonegoro, Jawa Timur.
Acara tersebut ditandai dengan arak-arakan bendera partai politik (parpol) seluruh peserta Pemilu 2024. Tercatat, ada 18 bendera dikirab keliling Indonesia bertajuk ‘Pemilu Sebagai Sarana Integrasi Bangsa’.
Selanjutnya, kirab tersebut bakal berlangsung selama seminggu, pada 24-30 September. Lalu, dilimpahkan ke Kabupaten Grobogan pada 1 Oktober mendatang.
Ketua KPU Blora Muhammad Hamdun mengatakan, bahwa Kirab Pemilu 2024 adalah agenda nasional dan seluruhnya ada tujuh jalur kirab. ‘’Kirab ini mengibarkan 18 bendera parpol. Tujuannya, menyosialisasikan kepada publik tentang proses dan tahapan pemilu,” jelasnya.
Selain itu, lanjut dia, ingin menunjukkan KPU Blora saat ini siap melaksanakan Pemilu 2024. ‘’Nanti saat di kecamatan ada beberapa kegiatan yang akan kita lakukan. Seperti, sosialisasi di sejumlah tempat, bersama kelompok masyarakat, kemudian ada KPU bersalawat,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, dengan adanya kirab pemilu ini dapat membantu memudahkan dalam mengawal pemungutan suara. Baik Pemilu maupun Pilkada, serta tentunya dapat meningkatkan partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya.
‘’Pemilu untuk menyatukan seluruh elemen bangsa dalam menentukan arah pembangunan negara ke depan, bukan untuk memecah belah bangsa,” katanya.
Perlu diketahui, 18 parpol di antaranya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Kemudian, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB), Demokrat, Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Ummat, Partai Buruh, Partai Gelora, Partai Garuda, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana