RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kilang mini Mini Liquefied Natural Gas (LNG) Plant di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditargerkan mulai beroperasi pada Maret 2027 mendatang. Pengelola kilang mini LNG, PT Tirta Naga Mahadaya Sentosa (TNMS) menggelar groundbreaking (peletakan batu pertama) dan syukuran, Rabu (23/9/2026).
Groundbreaking kilang mini LNG Kepala Desa Sudu Abdul Manan; Dirut PT BBS Moh. Nur Faqih; Camat Gayam Erna Zulaikah; Kapolsek Gayam AKP Amirul Mukminin; Danpos Ramil Gayam Pelda Jayadi, jajaran PT TNMS, RT dan RW, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta sejumlah pihak terkait.
General Manager PT TNMS, Edi Muhammad Suheryadi mengatakan, kilang Mini LNG Plant yang dibangun di Desa Sudu ini merupakan proyek ketiga yang dibangun di Jawa Timur. Pembangunan proyek juga melibatkan kerja sama dengan Pertamina serta membutuhkan sejumlah perizinan, termasuk terkait sewa tanah dan perizinan lainnya.
“Pembangunan kilang mini LNG ini bertujuan mendukung swasembada energi Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga: DPRD Bojonegoro Mengaku Tak Tahu Pendirian Mini LNG, Komisi B Sebut Bisa Memicu Gejolak Sosial
Edi menjelaskan, Mini LNG Plant menggunakan teknologi modern untuk mengolah gas alam menjadi LNG. Produk LNG nantinya untuk memenuhi kebutuhan energi di sejumlah sektor, termasuk industri, hotel, dan kafe.
“Proyek ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Maret mendatang,” tegasnya. Edi menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah mendukung proses penyiapan proyek hingga pelaksanaan groundbreaking.
Pihaknya berharap dukungan dari masyarakat dan pemerintah selama proses pembangunan kilang mini LNG. Sebab proyek ini memiliki tingkat sensitivitas dan kompleksitas teknologi yang membutuhkan dukungan serta koordinasi berbagai pihak.
“Kami berharap dukungan dari semua pihak untuk kelancaran proyek ini,” pungkas Edi.
Kepala Desa Sudu, Abdul Manan menyampaikan dukungnya terhadap pembangunan proyek Mini LNG Plant. Menurutnya, keberadaan proyek ini bisa membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya warga Desa Sudu dan desa-desa sekitar, saat konstruksi dimulai hingga kilang mini beroperasi.
“Semoga semuanya berjalan lancar dan sukses sesuai harapan, sehingga perekonomian Desa Sudu meningkat, masyarakat semakin makmur, dan pengangguran berkurang,” ujar Abdul Manan dalam sambutannya.
Dukungan serupa disampaikan Camat Gayam, Erna Zulaikah. Erna berharap pembangunan LNG Plant dapat membantu mengurangi pengangguran melalui pembukaan lapangan kerja baru.
Baca Juga: Mini LNG Diproyeksikan Suplai Jatim hingga Jabar: Berdiri di Perbatasan Desa Sudu dan Desa Katur
Erna mendorong PT TNMS untuk memperhatikan keterlibatan tenaga kerja lokal serta memperkuat koordinasi dengan masyarakat dan pihak terkait selama proses pembangunan berlangsung.
“Koordinasi dan transparansi itu sangat penting untuk menghindari kecemburuan sosial dan hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” pesan mantan pejabat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro itu. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko