RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setoran dividen PT Blora Patragas Hulu (BPH) memang mencetak rekor. Tahun ini, badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut menyetor Rp 127.257.373.157 ke kas daerah, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Namun, capaian itu belum membuat Blora bisa bernapas lega. Keberlanjutan pendapatan migas masih bergantung pada produksi minyak Blok Cepu. Karena itu, pengembangan Lapangan Pilang kini menjadi harapan baru agar keran dividen tak ikut menyusut.
Direktur PT Blora Patragas Hulu Moh Hamdun mengatakan, dividen yang diterima tahun ini merupakan hasil kinerja usaha tahun buku 2025. Nilainya naik sekitar Rp 27 miliar dibanding setoran sebelumnya sebesar Rp 100.982.216.532.
“Dividen tahun ini mencapai Rp 127 miliar atau naik sekitar Rp 27 miliar dari tahun sebelumnya,” ujarnya.
Baca Juga: PT Blora Patragas Hulu Bidik Dividen Rp130 Miliar
Meski begitu, Hamdun mengingatkan besarnya dividen tetap ditentukan oleh performa produksi minyak di Wilayah Kerja Blok Cepu yang dioperasikan ExxonMobil. Karena itu, menjaga tingkat produksi menjadi pekerjaan utama, agar kontribusi migas terhadap pendapatan daerah tidak menurun.
“Harapannya produksi tetap stabil seperti tahun sebelumnya, sehingga pendapatan yang diterima juga tetap optimal,” katanya.
Menurutnya, peluang menjaga bahkan meningkatkan produksi mulai terbuka melalui pembahasan perpanjangan kontrak pengelolaan Blok Cepu. Dalam pembahasan tersebut muncul rencana pengembangan Lapangan Pilang sebagai wilayah produksi baru.
“Kalau Lapangan Pilang bisa dikembangkan, tentu akan berdampak positif terhadap produksi dan penerimaan daerah,” jelasnya. (hul/ind)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah