RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Masyarakat Jawa Timur yang menggunakan BBM nonsubsidi kini memiliki alternatif untuk menghemat pengeluaran saat mengisi bahan bakar. Pasalnya, harga Pertamax di Pertashop diketahui lebih murah dibandingkan di SPBU Pertamina reguler.
Meski selisihnya hanya Rp100 per liter, kebijakan tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di pedesaan atau wilayah yang lebih dekat dengan Pertashop dibanding SPBU.
Perbedaan harga tersebut merupakan kebijakan resmi PT Pertamina Patra Niaga untuk meningkatkan daya saing Pertashop sebagai jaringan penyalur BBM di berbagai daerah.
Baca Juga: Warga Leran dan Sukoharjo Kalitidu Bersama-sama Bangun Infrastruktur Publik
Harga Pertamax di Pertashop Lebih Murah
Menurut data dari laman Pertamina Patra Niaga, di wilayah Jawa Timur, harga Pertamax di SPBU Pertamina saat ini dipatok Rp16.250 per liter, data per 1 Juli 2026. Sementara itu, harga Pertamax di Pertashop hanya Rp16.150 per liter, atau lebih murah Rp100 per liter.
Kebijakan ini berlaku untuk Pertashop yang menjual produk Pertamax dan menjadi bagian dari strategi Pertamina dalam memperkuat layanan energi hingga ke pelosok daerah.
Dilansir dari Detik, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa pemberian harga khusus tersebut bertujuan meningkatkan daya saing Pertashop yang sebagian besar beroperasi di kawasan pedesaan serta dikelola oleh mitra usaha kecil dan menengah. Pertamina juga mencatat jumlah Pertashop di Indonesia telah mencapai ribuan titik yang tersebar di berbagai wilayah.
Baca Juga: PT Blora Patragas Hulu Bidik Dividen Rp130 Miliar
Daftar Harga BBM Pertamina di Jawa Timur
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku di wilayah Jawa Timur:
| Jenis BBM | Harga |
|---|---|
| Pertalite | Rp10.000/liter |
| Pertamax (SPBU) | Rp16.250/liter |
| Pertamax (Pertashop) | Rp16.150/liter |
| Pertamax Green 95 | Rp17.000/liter |
| Pertamax Turbo | Rp19.300/liter |
| Dexlite | Rp19.700/liter |
| Pertamina Dex | Rp21.150/liter |
| Biosolar (Subsidi) | Rp6.800/liter |
Berapa Penghematan yang Bisa Didapat?
Walaupun selisih harga hanya Rp100 per liter, penghematan akan terasa bagi pengguna kendaraan yang rutin mengisi bahan bakar.
Sebagai gambaran:
-
Isi 10 liter hemat Rp1.000.
-
Isi 20 liter hemat Rp2.000.
-
Isi 40 liter hemat Rp4.000.
Bagi pelaku usaha, pengemudi kendaraan operasional, maupun masyarakat yang sering bepergian, akumulasi penghematan tersebut dapat menjadi nilai tambah dalam jangka panjang.
Baca Juga: Desak Pertamina Cairkan Anggaran Pembebasan Lahan, Lapangan Sukowati Field Tambah 2 Hektare
Mengapa Harga di Pertashop Berbeda?
Pertamina sendiri sudah menjelaskan, Pertashop memiliki karakteristik berbeda dengan SPBU reguler. Sebagian besar Pertashop dibangun untuk memperluas akses energi hingga pelosok desa sehingga masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk membeli BBM jenis RON 92 itu.
Karenanya, Pertamina memberikan skema harga yang lebih kompetitif agar Pertashop tetap mampu bersaing sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas distribusi BBM berkualitas hingga ke wilayah yang belum terjangkau SPBU berukuran besar.
Bagi masyarakat Jawa Timur, informasi ini bisa menjadi pertimbangan sebelum mengisi bahan bakar. Jika di sekitar tempat tinggal tersedia Pertashop yang menjual Pertamax, pengendara dapat memperoleh BBM dengan kualitas yang sama, tetapi dengan harga yang sedikit lebih murah dibandingkan SPBU Pertamina reguler. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari