Gejolak Internal, Ketua BME Blora Klaim Administrasi Lengkap

Achmad Syaeroyzi • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 10:45 WIB
PRODUKTIF: Produksi minyak dari Desa Plantungan di bawah naungan Blora Migas Energi (BME) hendak dikirim ke Pertamina. (IST./RDR.BJN) 
PRODUKTIF: Produksi minyak dari Desa Plantungan di bawah naungan Blora Migas Energi (BME) hendak dikirim ke Pertamina. (IST./RDR.BJN) 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Internal Blora Migas Energi (BME) kini tengah bergejolak. Hal itu terlihat dari tak sinkronnya pernyataan dari para pengurus BME.

Ketua BME, Sutrisno membantah sejumlah pernyataan Bendahara BME, Ahmad Hanafi terkait tata kelola koperasi. Sutrisno mengatakan, administrasi BME lengkap sehingga kerja sama pengelolaan sumur minyak rakyat dengan Pertamina dapat berjalan.

Kerja sama tersebut dilakukan di Jakarta pada 21 April dan disaksikan SKK Migas. ‘’Pertamina menerima karena administrasi kita sudah lengkap. Masak Pertamina menerima tanpa stempel, kan tidak mungkin,” ujar Sutrisno.

Baca Juga: PT Blora Patragas Hulu Bidik Dividen Rp130 Miliar

Menurutnya, setiap pengajuan pencairan kepada Pertamina menggunakan stempel dan invoice. Pencairan dilakukan setiap 15 hari sekali dan hingga kini sudah lima kali.

‘’Setiap pengajuan pasti ada stempel. Pencairan dengan Pertamina sudah lima kali dan tidak ada masalah,” katanya.

Sebelumnya, Bendahara BME Ahmad Hanafi di hadapan tim gabungan lintas instansi mengungkap sejumlah persoalan internal. Hanafi mengaku tidak mengetahui bentuk stempel resmi BME. 

Hanafi juga mempertanyakan keberadaan kantor, keanggotaan warga Desa Plantungan, MoU dengan pemdes maupun BUMDes, hingga mekanisme pengangkatan Sutrisno sebagai ketua yang disebut belum melalui RAT. (ozi/ind)

Editor : Hakam Alghivari
Blora Migas Energi Ahmad Hanafi pertamina sutrisno