RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pasangan calon bupati dan wakil bupati Bojonegoro, Setyo Wahyono-Nurul Azizah peduli terhadap pendidikan pesantren. Paslon nomor urut 2 ini telah menyiapkan program Kartu Santri untuk mempermudah mereka dalam mengurus beasiswa dan pengembangan diri.
Setyo Wahono mengungkapkan, pendidikan santri merupakan entitas yang sangat khas Nusantara. Keberadaan para santri punya ruang istimewa dalam benak masyarakat Indonesia.
Di Bojonegoro sendiri, terdapat ratusan Pondok Pesantren yang setiap tahun meluluskan ratusan bahkan ribuan santri. Atas dasar itu, Setyo Wahono dan Nurul Azizah mencanangkan Kartu Santri, kartu pegangan untuk pelayanan para santri.
“Kartu santri untuk memudahkan mereka dalam mengurus biasiswa maupun untuk pengembangan diri ke depan, biar bisa mewujudkan cita-citanya untuk meraih prestasi di dunia pendidikan,” ujar Wahono, Minggu (20/10).
Setyo Wahono dalam visi-misi dan programnya, memang memberi perhatian penuh pada kebutuhan para santri. Mantan Ketua Ansor Bojonegoro tersebut mengatakan, jumlah santri dan pondok pesantren di Bojonegoro sangat banyak. Karena itu, menurutnya, harus ada kemudahan layanan bagi para santri.
"Kartu Santri ini untuk mengurus beasiswa dan pengembangan diri,” tegas putra asli Bojonegoro kelahiran Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini.
Lantas, program Kartu Santri ini mendapat respon positif dari kalangan pesantren. M. Faisal, salah seorang ustad dari Bojonegoro mengatakan, posisi sosial para santri saat ini, sudah sangat bagus dan sudah diakui kontribusinya di bidang masyarakat.
Setidaknya jika dibanding sepuluh tahun lalu. Menurut dia, jika sepuluh tahun lalu santri masih dipandang sebelah mata. Namun dengan pergeseran waktu, saat ini posisi para santri sudah cukup terpandang secara sosial, apalagi dengan diresmikannya hari santri nasional papa 22 Oktober oleh presiden Jokowi beberapa tahun silam.
"Saat ini, banyak yang bangga atas pendidikan pesantren. Artinya, jumlah lulusan pesantren di Bojonegoro juga lebih banyak," ucap Faisal.
Namun, lanjut dia, banyaknya jumlah lulusan pesantren juga akan menjadi masalah jika pemerintah tidak memberi ruang kemudahan layanan bagi para santri. Minimal, harus ada layanan kemudahan untuk pengembangan pendidikan para santri. Baik berupa beasiswa, atau bantuan lainnya. Hal ini, menurut dia, sangat dibutuhkan.
Sementara Politisi PKB Bojonegoro, Abdulloh Umar mengatakan, para santri adalah aset bangsa. Itu alasan utama, kenapa tiap tahun diadakan Hari Santri. Sebagai aset bangsa, sudah sepatutnya pemerintah memberikan layanan terbaik. Karena itu, pasangan cabup dan cawabup Setyo Wahono - Nurul Azizah sudah menyiapkan program terkait pelayanan santri.
"Paslon WaNur sudah menyiapkan kartu sakti, yaitu Kartu Santri" Imbuh Tim Pemenangan WaNur tersebut.
Menurut Umar, Kartu Santri merupakan ageman pelayanan bagi para santri. Di mana, terdapat berbagai layanan untuk para santri. Adanya Kartu Santri, kata Umar, para santri Bojonegoro bakal mendapat layanan bantuan beasiswa dan pengembangan kemampuan (employe ability). (*/edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana