Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Laporan Dugaan Penganiayaan Santri Rencana Periksa Sejumlah Saksi di Ponpes Matholi’ul Anwar

Hakam Alghivari • Kamis, 16 Mei 2024 | 01:45 WIB
Ponpes
Ponpes

LAMONGAN, Radar Lamongan - Kasus dugaan penganiayaan di Pondok Pesantren (Ponpes) Matholi’ul Anwar masih terus bergulir. Dalam waktu dekat ini, Polres Lamongan memastikan bakal melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di ponpes yang berada di Kecamatan Karanggeneng tersebut.

Seperti pernah diberitakan, Su, orang tua dari Ak, 13, warga Kecamatan Tikung melapor ke Polres Lamongan jika anaknya diduga menjadi korban penganiayaan temannya di Ponpes Matholi’ul Anwar. Akibatnya Ak mengalami luka di telinga. KBO Reskrim Polres Lamongan, Iptu Yusuf menjelaskan, sampai saat ini kasus tersebut masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Pihaknya juga memintai keterangan dari korbandan sejumlah saksi.

‘’Untuk beberapa saksi tentunya dalam waktu dekat ini akan dimintai keterangan,’’ terang Yusuf kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (14/5).

Sementara itu, pihakPonpes Matholi’ul Anwar berkilah jika insiden yang terjadi bukan penganiayaan. Pengurus Ponpes Matholiul Anwar, Abdulloh Faqih berkilah, jika isi laporan adanya penganiayaan tidak benar.

‘’Memang ada kejadian tersebut (santri terjatuh, Red), cuma kalau penganiayaan tidak,’’ ujar Faqih saat ditemui di ruang kerjanya.

Versi dia, Ak bersama teman-temannya berada di ruangan tahfidz Alquran untuk melakukan hafalan. Berdasarkan informasi yang dia terima, Ak dan tiga temannya bercanda di ruangan tersebut. ‘’Ya biasa mas, kalau bercanda bersama teman-temanya yakni mengikat kaki santri tersebut,’’ imbuhnya. Selanjutnya, terang dia, tiga temannya merangkul Ak. Sehingga membuat jalannya tak seimbang dan menyebabkan korban terjatuh, dengan posisi kepala terbentur terlebih dulu. Dia memastikan, korban sempat dibawa ke klinik dan tidak mengalami luka serius.

‘’Kronologinya saya dapatkan dari tiga teman korban bersama dua pengawas ruangan,’’ katanya.

Menurut dia, semuanya sudah saling meminta maaf. Bahkan orang tua korban sudah datang ke ponpes. Meski sudah dijelaskan oleh pihak ponpes, tapi orang tua korban tetap melaporkan ke Polres Lamongan.

‘’Jadi saya kira atas kejadian tersebut adalah motif tak sengaja hingga korban jatuh saat dipandu,’’ tukasnya.(mal/ind)

 

Editor : Hakam Alghivari
#pondok pesantren #Penganiayaan #Dugaan #Santri #lamongan