RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM. - Korsleting listrik masih menjadi salah satu pemicu kebakaran yang perlu diwaspadai di Bojonegoro. Sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat 72 kejadian kebakaran dipicu konsleting listrik.
Angka tersebut menempatkan korsleting listrik sebagai penyebab terbanyak ketiga kebakaran di Kota Ledre.
Secara keseluruhan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro mencatat, 574 kejadian kebakaran selama periode tersebut.
Baca Juga: Menuju HJB ke-349: Awal Terbentuknya Bojonegoro
Kebakaran terbanyak terjadi akibat pembakaran sampah sejumlah 319 kejadian. Kemudian, karena unsur ketersengajaan, dibakar pihak tertentu sekitar 109 perkara. Disusul oleh penyebab konsleting listrik sebanyak 72 perkara.
Manajer PLN ULP Bojonegoro, Saiful Amin mengatakan, gangguan yang berpotensi memicu kebakaran pada umumnya berasal dari instalasi milik pelanggan.
Seperti, konsleting, sambungan kabel yang kurang baik, menumpuk beban listrik pada satu titik, maupun beban listrik yang melebihi kapasitas instalasi.
Baca Juga: Sembilan Bulan Tercatat 575 Kasus Kebakaran di Bojonegoro
’’Gangguan di sisi instalasi milik pelanggan yang menjadi penyebabnya,’’ ujarnya.
Karena itu, Dia melanjutkan, masyarakat diminta tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik di rumah maupun bangunan. Pemeriksaan secara berkala diperlukan untuk memastikan instalasi tetap aman dan sesuai standar.
’’Kami mengimbau masyarakat memastikan instalasi sesuai standar dan melakukan pemeriksaan secara berkala,’’ jelasnya.
Terkait banyaknya instalasi listrik pelanggan di Bojonegoro yang tidak sesuai standar. PLN tidak bisa memastikan. Karena, menurut Saiful, PLN tidak sampai ke instalasi pelanggan. Pelayanan PLN terbatas sampai dengan kWh (kilowatt-hour) meter saja.
"Kalau dari PLN tidak sampai ke instalasi pelanggan. Pelayanan PLN sampai kWh meter saja. Kami mengimbau, memberikan sosialisasi kepada masyarakat," pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Hakam Alghivari