Federasi Aero Sport Indonesia Telusuri Penyebab Gangguan Mesin Pesawat

Achmad Syaeroyzi • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 17:46 WIB
TITIK LAKA PESAWAT: Police line dipasang di area jatuhnya pesawat di Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)
TITIK LAKA PESAWAT: Police line dipasang di area jatuhnya pesawat di Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Timur memberikan klarifikasi terkait pesawat yang mendarat darurat di Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen. Pesawat swayasa bermotor tersebut diketahui bernomor registrasi PK-S 360.

Ketua Umum FASI Jatim sekaligus Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara mengatakan, klarifikasi disampaikan untuk meluruskan informasi terkait insiden tersebut.

Menurut dia, pesawat PK-S 360 merupakan pesawat binaan FASI Jatim yang mengalami gangguan mesin, saat dalam perjalanan menuju Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Pesawat tersebut sebelumnya terbang dari Pangandaran setelah mengikuti kegiatan Pangandaran Air Show. Rutenya kemudian menuju Lanud Adisutjipto Yogyakarta sebelum melanjutkan penerbangan ke homebase di Malang.

‘’Pesawat sebelumnya dalam kondisi baik setelah mendarat di Adisutjipto. Setelah dilakukan pengecekan, pesawat kembali dinyatakan siap terbang dan kemudian lepas landas pada pukul 12.07 WIB,’’ ujarnya.

Pesawat itu diperkirakan tiba di Lanud Abdulrachman Saleh sekitar pukul 15.42 WIB. Namun, pada pukul 13.27 WIB, FASI Jatim menerima informasi mengenai pendaratan darurat di wilayah Kecamatan Ngawen.

Baca Juga: Pesawat Jatuh di Sarimulyo Blora: Hancur dan Terbakar, Dua Orang Selamat

Reza menjelaskan, pendaratan darurat dilakukan setelah pesawat mengalami kehilangan tenaga mesin atau loss power. Kondisi tersebut membuat kru mengambil opsi pendaratan darurat sesuai prosedur keselamatan penerbangan.

‘’Karena terjadi gangguan mesin yang mengakibatkan kehilangan tenaga, kru kemudian menjalankan prosedur pendaratan darurat sesuai checklist yang berlaku,’’ jelasnya.

Pendaratan darurat tersebut berlangsung dengan selamat. Dua kru yang berada di dalam pesawat, yakni Dhony Vasmin dan Ignatius Andreas, tidak mengalami cedera serius. Keduanya juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Ngawen setelah kejadian.

FASI Jatim selanjutnya akan melakukan pengumpulan data dan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab gangguan mesin pesawat tersebut.

‘’Hasil pemeriksaan nantinya akan dianalisis untuk mengetahui penyebab kerusakan. Ini penting sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang,’’ tandasnya. (ozi/ind)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
FASI pesawat PK-S 360 pesawat Kecamatan Ngawen