Mitos Wortel dan Mata Elang: Strategi Propaganda Inggris untuk Mengelabui Musuh

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 21:05 WIB
Wortel, strategi propaganda militer Inggris untuk melawan pesawat musuh. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Wortel, strategi propaganda militer Inggris untuk melawan pesawat musuh. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Di tengah gempuran Perang Dunia II, pemerintah Inggris melancarkan salah satu kampanye propaganda paling terkenal dalam sejarah. Mereka menyebarkan narasi bahwa pilot Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) memiliki kemampuan melihat dengan sangat baik pada malam hari karena rajin mengonsumsi wortel. Di balik cerita tersebut, tersimpan operasi rahasia untuk menyembunyikan teknologi militer canggih dari mata musuh.

Menyembunyikan Rahasia Radar

Pada awal 1940-an, Inggris berhasil mengembangkan sistem radar udara yang memungkinkan pilot mendeteksi pesawat musuh pada malam hari maupun dalam kondisi cuaca buruk. Teknologi ini memberikan keunggulan besar dalam menghadapi serangan udara Jerman.

Namun, pemerintah Inggris khawatir Jerman akan mengetahui keberadaan dan kemampuan radar tersebut. Untuk mengalihkan perhatian, Kementerian Informasi Inggris menyebarkan kisah bahwa keberhasilan para pilot RAF bukan karena teknologi, melainkan karena kebiasaan mengonsumsi wortel.

Salah satu tokoh yang sering dijadikan contoh adalah pilot tempur John "Cat's Eyes" Cunningham, yang disebut-sebut memiliki penglihatan malam luar biasa berkat banyak makan wortel. Padahal, kemampuan Cunningham sebenarnya didukung oleh sistem radar Airborne Interception yang terpasang pada pesawatnya.

Kampanye yang Menjangkau Masyarakat

Propaganda ini tidak hanya ditujukan kepada musuh, tetapi juga kepada masyarakat Inggris. Poster, artikel surat kabar, hingga iklan pemerintah mendorong warga untuk mengonsumsi wortel.

Pesan tersebut juga memiliki tujuan praktis. Selama perang, pasokan bahan makanan dibatasi melalui sistem penjatahan. Wortel termasuk sayuran yang mudah ditanam dan tersedia dalam jumlah melimpah, sehingga pemerintah ingin masyarakat memanfaatkannya sebagai sumber pangan alternatif.

Bahkan muncul berbagai resep seperti carrot pudding, carrot marmalade, dan carrot cake untuk meningkatkan konsumsi wortel.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Konsumsi Wortel dapat Menyehatkan Mata bahkan Menyembuhkan Mata Minus?

Fakta Ilmiah

Secara medis, wortel memang kaya akan beta-karoten yang diubah tubuh menjadi vitamin A. Nutrisi ini penting untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah gangguan penglihatan akibat kekurangan vitamin A.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi wortel dalam jumlah banyak tidak membuat seseorang memiliki penglihatan malam di atas kemampuan normal. Dengan kata lain, wortel membantu menjaga kesehatan mata, tetapi tidak memberikan "mata elang" seperti yang digambarkan dalam propaganda perang.

Propaganda yang Bertahan Hingga Kini

Meski tujuan awalnya adalah melindungi rahasia militer, kampanye tersebut terbukti sangat efektif. Hingga puluhan tahun setelah Perang Dunia II berakhir, masih banyak orang yang percaya bahwa makan banyak wortel dapat membuat penglihatan malam menjadi luar biasa tajam.

Kisah ini kini menjadi contoh klasik bagaimana informasi dapat digunakan sebagai alat strategi militer. Sebuah sayuran sederhana berubah menjadi bagian dari operasi penyamaran teknologi radar yang membantu Inggris mempertahankan keunggulannya di medan perang.

Kesimpulan

Mitos bahwa wortel membuat penglihatan malam menjadi sangat tajam berakar pada strategi propaganda Inggris selama Perang Dunia II. Di balik kampanye kesehatan tersebut, tujuan utamanya adalah menyembunyikan keberhasilan teknologi radar dari Jerman. Meski wortel tetap merupakan makanan bergizi yang baik untuk kesehatan mata, kemampuan luar biasa para pilot RAF lebih banyak ditentukan oleh inovasi teknologi daripada pola makan mereka. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
militer propaganda inggris perang dunia ii wortel