RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Suasana pagi di MTsN 1 Bojonegoro mendadak jadi tegang. Sebuah mobil Avanza bernopol AA 1239 RN menabrak tujuh siswa MTsN 1 Bojonegoro saat kegiatan ekstrakurikuler pramuka Jumat lalu (1/5). Tujuh siswa harus dilarikan ke rumah sakit.
Kepala MTsN 1 Bojonegoro Saifudin. menyampaikan, hingga kemarin (3/5) lima dari tujuh korban masih dirawat intensif di RS Bhayangkara. Sebagian mengalami luka berat dan patah tulang. Dua di antaranya harus menjalani operasi. “Dua operasi, tiga lainnya sudah diperbolehkan pulang,” kata Saifudin.
Satu korban mengalami pergeseran tulang pinggul. Sementara satu lainnya mengalami keretakan pada tangan. Pihak sekolah berharap pelaku bertanggung jawab penuh, terutama terkait biaya pengobatan.
Baca Juga: Bus Rajawali Indah Ngeblong di Jalan Raya Bojonegoro-Babat Tabrak Dump Truck
“Kami ingin diselesaikan secara kekeluargaan, tetapi seluruh biaya pengobatan harus ditanggung,” tegasnya.
Guru pembina pramuka, Nadif, menjelaskan kejadian bermula ketika pengemudi yang diketahui seorang pimpinan proyek memanasi kendaraan di area lapangan sekolah. Saat mobil dijalankan perlahan, kendaraan tiba-tiba bergerak zigzag, kemudian melaju kencang dan lepas kendali hingga menghantam para siswa.
Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Cipto Dwi Leksana mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP. “Kami masih melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan sejumlah saksi,” ujarnya.
Sementara itu, pengemudi mobil, Nurul Qomarulloh, mengaku kendaraan yang dikemudikannya sempat mengalami kendala teknis beberapa hari sebelumnya. Ia mengatakan, sebelum kejadian dirinya hendak menggunakan mobil operasional usai briefing pagi.
“Saat dipindah dari gigi mundur ke maju, mobil tidak langsung merespons. Ketika gas diinjak sedikit, mobil justru melompat dan melaju kencang,” ujarnya.
Baca Juga: Kabur Usai Tabrak Pemotor, Pengemudi Avanza Tewas di TKP Berbeda
Nurul mengaku berusaha menghindari siswa dengan mengarahkan kendaraan ke area yang lebih sepi, namun mobil sudah tidak terkendali. Ia juga sempat melihat salah satu korban berada di bawah kolong mobil setelah keluar dari kendaraan.
Akibat insiden itu, Nurul turut menjalani perawatan di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo. Ia mengaku terkejut dan menyesal atas kejadian tersebut. “Saya tidak menyangka masih banyak siswa di lapangan saat itu,” tuturnya. (yna/zim)
Editor : Bhagas Dani Purwoko