RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Akses utama warga di Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen terganggu akibat longsor tanggul penahan tanah (TPT) di tebing Sungai Besuki. Peristiwa itu menyebabkan badan jalan penghubung Kedungbondo-Sumuragung ambles dan membahayakan pengguna jalan.
Kepala Desa (Kades) Kedungbondo, Kecamatan Balen Muh Fauzi mengatakan, tanda-tanda longsor muncul sejak November 2025. Namun, kondisi terparah terjadi pada 12 Februari lalu sekitar pukul 10.00 setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat.
“Debit Sungai Besuki meningkat hingga meluap, sehingga memicu longsor susulan di sepanjang tanggul penahan tanah. Dampaknya langsung mengenai jalan utama penghubung antar kecamatan,” ujar Fauzi, Selasa (7/4).
Berdasarkan data badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), longsor pada TPT memiliki panjang sekitar 32 meter dengan kedalaman mencapai 2,5 meter. Sementara itu, badan jalan yang ambles sepanjang kurang lebih 30 meter, dengan lebar 5 meter dan kedalaman sekitar 50 sentimeter.
Baca Juga: Jelang Musim Kemarau, DKPP dan PU SDA Bojonegoro Antisipasi Kekeringan Lahan Pertanian
Sementara, laporan kejadian baru diterima Pusdalops BPBD Bojonegoro pada 6 April 2026. Menindaklanjuti hal tersebut, tim gabungan dari BPBD Jawa Timur dan BPBD Bojonegoro turun ke lokasi melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.
Saat ini, kondisi cuaca di Bojonegoro terpantau cerah berawan dan situasi relatif aman. Meski demikian, potensi longsor susulan tetap diwaspadai, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Sebagai langkah darurat, Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungbondo, Kecamatan Balen melakukan pengurugan pada bagian jalan yang ambles menggunakan batu pedel. Upaya dilakukan agar kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat melintas, meski dengan kehati-hatian. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana