RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Gempa bumi kembali terjadi di pesisir selatan Pulau Jawa pada Jumat dinihari (6/2). Namun kali ini gempa lebih kuat, sehingga terasa hingga sebagian wilayah Pantura.
Selain itu, pusat gempa juga bergeser dari gempa sebelumnya pada akhir Januari, namun masih turut wilayah Kabupaten Pacitan. Menurut rilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Jumat pagi, gempa tersebut berkekuatan M6,4 dan memiliki kedalaman 58 kilometer, dengan pusat berada 89 kilometer dari pesisir Pacitan.
Gempa juga terasa di berbagai daerah luar Pacitan, dengan Bantul dan Sleman paling terdampak dengan besaran skala IV MMI, dan sebagian besar wilayah pantai selatan Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan skala III MMI. Gempa juga terasa di Bojonegoro, Tuban dan Jepara, namun hanya sekelebat dan lemah dengan kekuatan II MMI.
Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, gempa bumi terjadi akibat subduksi lempeng bumi di wilayah Pacitan. Selain itu, gempa bumi berjenis thrust fault, atau memiliki pergerakan lempeng tanah naik.
Pun demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena gempa tidak memiliki potensi gempa bumi maupun gempa susulan. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami, dan belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan,” jelas Daryono dalam rilis tersebut.
Menurut Daryono sendiri, wilayah Pacitan terutama di pesisir merupakan wilayah rawan gempa, dengan banyaknya pergeseran dalam lempeng bumi yang terjadi. Namun sebagaimana telah dijelaskan, gempa-gempa tersebut tidak menyebabkan tsunami selama berkekuatan di bawah M7,0.
"Di bawah Pacitan, di kedalaman menengah 60-300 km ada Zona Bennioff, tempat gempa-gempa dalam lempeng terjadi. Namun gempa susulan yang terjadi kurang dari M5 dan tampak melemah, sehingga kecil kemungkinan terjadu susulan yang lebih besar dari gempa utama,” tambah Daryono sebagaimana dikutip dari Jawa Pos. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana