RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora upayakan dua teknologi terhadap penanganan di 3 titik fenomena tanah ambles yang terjadi di Kabupaten Blora.
Kepala Bdang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Blora Surat mengatakan hasil kajian balai besar wilayah sungai (BBWS) Pemali Juana, menerapkan dua teknologi untuk menangani tiga titik fenomena tanah ambles.
Menurutnya, untuk di Desa Buluroto Kecamatan Banjarejo, akan diterapkan pemasangan Bronjong sepanjang 30 meter, lalu untuk di Desa Tutup Kecamatan Tunjungan dan Desa Puledagel Kecamatan Jepon akan diterapkan pemasangan Turap Kayu.
"Ini sifatnya hanya penanganan sementara atau daruratnya, menyesuaikan anggaran. Nanti melalui kontruksi pemasangan Bronjong maupun kontruksi Turap kayu," terang Surat. Lebih lanjut, terkait anggaran pihaknya mengaku tidak mengetahui, pasalnya semua dipasrahkan ke BBWS Pemali Juana.
Ia menjelaskan, upaya tersebut dilakukan setelah tim dari BBWS Pemali Juana belum lama ini, turun untuk mengukur topografi di wilayah terdampak. "Beberapa Minggu yang lalu sudah ada tim dari BBWS Pemali Juana. Saat ini, sudah desain, semoga dalam waktu dekat proses desain sudah terjadi," katanya.
Surat menyebutkan, menurut hasil kordinasi sementara saat ini, akan dilakukan dengan teknik perkuatan tebing sungai, kontruksi nya menyesuaikan situasi kondisi dilapangan yang ada. Lebih lanjut, pihaknya berharap tetap akan ada upaya mitigasi bersama.
Baik dari Pemkab Blora, BBWS Pemali Juana, hingga bantuan dari Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah untuk menangani tanah longsor maupun tanah ambles yang ada di sungai Lusi.
"Nanti kami juga bisa berkoordinasi dengan dinas pupr provinsi Jawa Tengah, supaya bisa bersama-sama memikirkan bencana alam yang terjadi, untuk tanah longsor yang ada di kabupaten Blora, agar kembali seperti semula," tanahnya. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana