Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

11 Rumah Terdampak Longsor di Sungai Tidu dan Bengawan Solo Bojonegoro

Dhani Wahyu Alfiansyah • Rabu, 28 Januari 2026 | 07:30 WIB
TERGERUS: Petugas saat memantau rumah warga yang terancam longsor karena tergerus arus sungai.
TERGERUS: Petugas saat memantau rumah warga yang terancam longsor karena tergerus arus sungai.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Longsor di bantaran Sungai Tidu, Desa Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, mulai ditangani. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro sekaligus memetakan kejadian longsor di tiga aliran sungai, yakni Sungai Tidu, Bengawan Solo, dan Sungai Gandong, dengan total 11 rumah tercatat terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi menyampaikan, asesmen lapangan dilakukan pada Senin (26/1) untuk memastikan kondisi terkini di lokasi kejadian. “Personel BPBD sudah mendatangi lokasi guna melaksanakan asesmen,” terangnya.

Dari hasil pendataan, tebing Sungai Tidu yang mengalami amblas memiliki panjang sekitar 50 meter, lebar 8 meter, dan kedalaman mencapai 5 meter. Empat rumah warga terdampak langsung, masing-masing milik Yairin, Nurhayati, Budiono, dan Sumirah.

BPBD juga mencatat kebutuhan penanganan darurat di lokasi tersebut. “Menyarankan pemerintah desa untuk membuat surat tembusan ke BPBD, PU PSDA, dan BBWS terkait kebutuhan penanganan,” jelas Heru.

Adapun kebutuhan awal yang diusulkan meliputi 50 lembar sesek, 40 lembar bronjong, serta 200 lembar sandbag untuk pengamanan sementara tebing sungai.

Selain di Dukohkidul, BPBD Bojonegoro juga melakukan asesmen longsor di bantaran Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh Karangwaru RT 12 RW 03, Desa Sarirejo, Kecamatan Balen. Di lokasi tersebut, tujuh rumah warga tercatat terdampak akibat longsoran tebing sungai.

Sementara itu, kejadian tanah amblas juga ditemukan di Sungai Gandong, Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari. Longsor menyebabkan tembok penahan tanah (TPT) sepanjang sekitar 50 meter mengalami kerusakan. Meski demikian, akses jalan di sekitar lokasi masih dapat dilalui kendaraan roda dua.

BPBD Bojonegoro memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi, terutama di wilayah bantaran sungai yang rawan terdampak longsor susulan. (dan/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#longsor #bengawan solo #Ngasem #bpbd bojonegoro #asesmen #sungai gandong #Sungai #bojonegoro #bpbd #bbws #penanganan