RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tim SAR gabungan Basarnas dan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil membuka celah dalam investigasi kecelakaan pesawat terbang ATR 42-500 sewaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Rabu (21/1). Polda Sulsel berhasil memperoleh identitas salah satu korban jiwa, sementara Basarnas sukses mendapat black box pesawat milik Indonesia Air Transport tersebut dari lokasi jatuhnya pesawat turut Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros.
Korban yang berhasil diidentifikasi adalah seorang pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono, yang beralamat di Jakarta Timur. Florencia merupakan korban kedua yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR, setelah korban pertama yang merupakan seorang lelaki ditemukan pada Minggu (18/1) namun baru dapat diantar ke posko SAR pada Selasa (20/1) akibat medan ekstrem yang harus dilalui petugas.
"Korban yang kita serahkan tadi malam itu adalah korban kedua yang kita geser. Kemudian, pagi ini tadi pukul 08.55, kami juga telah menyerahkan kepada Tim DVI Polda Sumsel satu korban lagi, yaitu korban pertama. Korban pertama ini yang jatuh berada di kedalaman jurang 250 meter,” jelas Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo pada konferensi pers Basarnas Rabu.
Berkaitan hal tersebut, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto menjelaskan, Florencia dapat diidentifikasi terlebih dulu karena lebih dulu tiba di meja tim DVI di Rumah Skait Bhayangkara Makassar. Kemudian karena baru tiba setelah Florencia, korban pertama belum teridentifikasi.
”Yang kemarin sudah teridentifikasi Florencia Lolita Wibisono, melalui proses antemortem dan postmortem. Yang pagi ini (korban pertama) baru datang. Jadi, belum teridentifikasi,” jelas Kombes Didik kepada Jawa Pos pada Rabu.
Dengan ini, berarti sudah ada dua korban dari total sepuluh penumpang pesawat yang ditemukan oleh tim SAR. Sebagai pengingat kembali, penumpang pesawat terdiri dari tujuh awak kabin pesawat dari Indonesia Air Transport, serta tiga pegawai KKP yang melakukan patroli udara menggunakan pesawat tersebut.
Sementara itu, tim SAR berhasil menemukan black box pesawat ATR tersebut pada Rabu siang. Menurut Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, black box ditemukan dalam keadaan utuh di dalam ekor pesawat.
“Tim khusus berhasil menemukan black box. Posisinya masih berada di dalam potongan ekor pesawat dan tidak terlepas dari dudukannya. Alhamdulillah sudah bisa dilepas dari dudukannya dan saat ini sedang diturunkan menuju Posko Tompobulu," jelas Kolonel Dody kepada awak media.
Serupa dengan penemuan korban pertama, black box sebenarnya sudah ditemukan sejak jauh-jauh hari. Namun medan ekstrem menghalangi petugas SAR untuk mengambil instrumen rekaman pesawat tersebut.
Yang jelas, kini tim SAR akan mengantar kembali black box ke posko SAR. “Secara visual, bentuknya utuh. Namun kami masih menggunakan istilah dugaan. Penetapan dan pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan oleh KNKT," ujar Kolonel Dody. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana