Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Terbang dari Jogja ke Makassar, Pesawat ATR Milik Kementerian Kelautan dan Perikanan Hilang di Maros

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 17 Januari 2026 | 18:25 WIB
PK-THT, pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di wilayah Maros. (Dok. Rachmat D.P./Jetphotos)
PK-THT, pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di wilayah Maros. (Dok. Rachmat D.P./Jetphotos)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebuah pesawat terbang yang dioperasikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dikabarkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Sedianya pesawat tersebut tiba di Makassar pada Sabtu siang, setelah berangkat dari Yogyakarta pada pagi hari.

Menurut data dari FlightRadar24, pesawat bertipe ATR 42-500 tersebut dimiliki oleh Indonesia Air Transport, dan saat ini disewa oleh KKP untuk kebutuhan patroli. Pesawat dengan kode penerbangan PK-THT tersebut sedianya menjalani penerbangan dari Bandara Adi Sucipto di Yogyakarta, dan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Sementara itu, data dari AirNav Indonesia mendeteksi pesawat terakhir kali memiliki kontak radar pada titik koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur. Koordinat tersebut kurang lebih berada di kawasan hutan di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kecamatan Leang-Leang, Kabupaten Maros.

“Personel saat ini masih dalam perjalanan menuju lokasi. Informasinya daerah Leang-Leang,” ujar Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan pada Kamis sore kepada Jawa Pos. 25 personel dikerahkan untuk mencari pesawat tersebut.

Namun menurut Andi, pencarian mungkin bakal sulit mengingat medan di lapangan yang berat. "Tim SAR harus melakukan penyisiran manual dan menggunakan teknologi udara karena medan yang sangat berat. Kami sudah menggerakkan personel secara bertahap dalam beberapa sortir," tambahnya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga membenarkan bahwa pesawat PK-THT mengalami hilang kontak dengan radar. Total 10 penumpang menaiki pesawat turboprop tersebut, terdiri dari 8 awak dan 3 penumpang, dengan Kapten Andy Dahananto selaku pilot pesawat.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, sedianya pesawat sudah akan bersiap mendarat sekitar pukul 11.23 WIB (12.23 WITA), namun diperintahkan oleh air traffic control (ATC) untuk memutar karena salah jalur ancang-ancang.

“Dalam proses pendekatan, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga ATC memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi. Setelah penyampaian arahan terakhir oleh ATC, komunikasi dengan pesawat terputus,” ujar Lukman dalam keterangan tertulis.

Saat proses mendarat berlangsung, keadaan di Bandara Sultan Hasanuddin sedikit berawan, dengan jarak pandang hingga 8 kilometer. Usai pesawat hilang kontak satu jam setelah komunikasi terakhir, ATC mendeklarasikan keadaan darurat.

Saat berita ditulis, banyak beredar video dari seorang pendaki gunung di Puncak Bulusaraung yang menampilkan serpihan pesawat ATR, serta logo KKP dan Indonesia Air Transport yang berserakan di wilayah puncak. Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Basarnas maupun Kemenhub terhadap temuan tersebut. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bandara sultan hasanuddin #maros #kkp #hilang #pesawat #kementerian kelautan dan perikanan #pesawat terbang #Indonesia Air Transport #hilang kontak #ATR #makassar #jatuh #ATR 42-500 #yogyakarta